Ford menggugat firma hukum Quill & Arrow yang diduga menagih biaya pengacara hingga USD950 per jam untuk pekerjaan yang dilakukan oleh staf di Meksiko dan Filipina dengan upah hanya USD13 per jam.
Ford kembali melancarkan gugatan terhadap firma hukum lemon law di California. Kali ini, pabrikan mobil asal Amerika itu menargetkan Quill & Arrow, sebuah firma berbasis di Los Angeles.
Ford menuduh firma tersebut melakukan penagihan berlebihan dengan memanfaatkan tenaga kerja murah di luar negeri.
>>> Penjualan EV Global Hanya Tumbuh 0,9%, Amerika Utara Anjlok 26%
Pekerja di Meksiko dan Filipina yang digaji hanya USD13 per jam diklaim ditagihkan sebagai jasa pengacara dengan tarif hingga USD950 per jam.
Gugatan diajukan pada Kamis lalu dan menarik perhatian Los Angeles Times.
Ford menyebut Quill & Arrow menggunakan non-pengacara di luar negeri untuk mengerjakan ribuan kasus lemon law, lalu mempresentasikannya seolah dikerjakan oleh pengacara di California.
Sejak 2021, Ford mengaku telah membayar lebih dari USD100 juta kepada Quill & Arrow, dengan sekitar setengahnya merupakan biaya pengacara.
>>> Dealer Mobil Bekas di Utah Diduga Palsukan Tanda Tangan Wanita Meninggal
“California’s Lemon Laws are in need of reform,” ujar Doug Lampe, kuasa hukum Ford, dalam pernyataannya.
Bantahan Firma Hukum
Quill & Arrow membantah semua tuduhan tersebut. Firma itu menyebut gugatan Ford sebagai upaya mengintimidasi pengacara yang menuntut secara sah.
Mereka bahkan menyebut tuduhan itu “absurd” dan mengklaim telah mengembalikan lebih dari USD500 juta kepada konsumen berdasarkan lemon law California.
