Sun GMC di Long Island menggugat General Motors sebesar $15 juta karena alokasi kendaraan yang terus menurun. GM justru meminta dealer membeli stok dari pesaing.
Sun GMC, sebuah dealer GMC di Long Island, New York, menggugat General Motors (GM) ke pengadilan. Dealer tersebut menuduh GM melakukan alokasi yang diskriminatif dan tidak adil.
Menurut Sun GMC, masalah ini dimulai pada 2018. Sebelumnya, pada 2017, GM mengirim 1.200 kendaraan ke dealer tersebut.
>>> 2027 Ram 1500 TRX SRT Resmi Dibuka Pesanannya, Harga Mulai Rp 1,6 Miliar
Namun, angka itu terus menurun drastis.
Pada 2023, Sun GMC hanya menerima 380 kendaraan. Tahun berikutnya 426 unit, dan pada 2025 hanya 501 unit.
Dealer mengklaim jumlah itu tidak cukup untuk beroperasi secara layak.
Akibat alokasi yang minim, laporan kuartalan GM menunjukkan kinerja Sun GMC buruk dalam Retail Sales Index. Padahal, untuk mencapai rating memuaskan, dealer perlu menjual lebih dari 900 kendaraan.
>>> Lucid PHK 18% Karyawan di AS, Hanya Empat Bulan Setelah Potong 12%
Pada periode tertentu, Sun GMC hanya diberi 426 kendaraan, tetapi berhasil menjual 420 unit. Artinya, 99% dari alokasi terjual.
Namun, GM tetap menilai kinerja dealer buruk.
Solusi yang Tidak Masuk Akal
Patrick Cassino, presiden dealer, mengungkapkan bahwa eksekutif GM memintanya untuk mencari stok dari dealer Buick dan GMC lain yang kelebihan pasokan.
Padahal, cara itu akan menambah biaya sekitar $2.000 per kendaraan.
Cassino mengatakan margin keuntungan tidak akan mampu menyerap biaya tambahan tersebut. Sebagian besar dealer tidak bisa menjual dengan harga kompetitif jika harus membeli dari pesaing.
