otomotif1.com

Standar Baterai Solid-State Baru Bongkar Ilusi Peralatan Rp 135 Triliun

Ilustrasi lini produksi baterai solid-state CATL dan BYD
Ilustrasi lini produksi baterai solid-state CATL dan BYD

Penerapan standar nasional GB/T 43568-2026 per 1 Juli memicu reevaluasi aset peralatan di lini produksi CATL dan BYD. Proyeksi permintaan mesin senilai Rp 135 triliun disebut hanya ilusi.

Ukuran teks

Penerapan standar nasional baterai solid-state pada 1 Juli mendatang memicu reevaluasi besar-besaran terhadap aset peralatan di lini produksi CATL dan BYD.

Regulasi GB/T 43568-2026 menetapkan batasan kimia yang jelas untuk klasifikasi baterai solid-state.

Aturan baru ini mengungkap adanya inflasi dalam proyeksi nilai infrastruktur manufaktur di jaringan pemasok yang lebih luas, menurut laporan 21Jingji.

Definisi Hybrid dan Solid-State Murni

Pedoman negara yang akan datang mewajibkan baterai dengan kandungan elektrolit cair antara 5% hingga 20% dikategorikan sebagai sistem hybrid.

Sementara itu, baterai all-solid-state sejati harus memiliki kandungan elektrolit di bawah 5% serta mempertahankan stabilitas massa termal tertentu dalam kondisi vakum.

Batasan ketat ini berdampak langsung pada pengadaan peralatan perakitan dalam waktu dekat.

Kompatibilitas Peralatan Manufaktur

Mesin lithium-ion konvensional ternyata tetap sangat kompatibel dengan arsitektur hybrid yang direncanakan untuk kendaraan produksi jangka pendek.

Evaluasi industri menunjukkan bahwa lini pabrik yang ada dapat memproses variasi semi-solid dengan modifikasi peralatan kurang dari 10%.

Kondisi ini secara langsung membatasi kebutuhan mendesak untuk perombakan total sistem perakitan.

Ekonomi Lini Produksi

Biaya modal awal untuk lini manufaktur all-solid-state khusus saat ini berkisar antara 400 juta yuan (59,02 juta USD) hingga 500 juta yuan (73,78 juta USD) per GWh.

Halaman 1 dari 2: 1 2

Update Terbaru

Lihat semua