Nissan melalui Zhengzhou Nissan menghadirkan facelift besar untuk van NV200 yang sudah berusia 17 tahun. Perubahan mencakup eksterior, interior, dan mesin plug-in hybrid.
Zhengzhou Nissan, perusahaan patungan Nissan di China, menghidupkan kembali van NV200 yang sudah berusia 17 tahun dengan facelift besar-besaran.
Kendaraan komersial ringan ini mendapatkan desain eksterior baru, kabin yang dirombak total, dan opsi mesin plug-in hybrid (PHEV).
>>> Xiaomi Terapkan Algoritma Balap Ekstrem YU7 GT ke Mobil Produksi
Peluncuran di China dijadwalkan pada Oktober 2026.
Desain Eksterior dan Interior Baru
Bagian depan NV200 menjadi sorotan utama dengan lampu utama lebih besar yang membingkai gril berwarna bodi.
Bemper, kap mesin, dan spatbor depan juga didesain ulang dengan permukaan yang lebih tajam.
Meski ada perubahan besar di depan, profil samping masih mudah dikenali dengan bentuk kaca yang sama seperti pertama kali diperkenalkan pada 2009.
>>> Xpeng Mona L03 Resmi Diperkenalkan, Debut Juli 2026
Gagang pintu kini lebih terintegrasi, jendela samping memiliki fungsi roll-down, dan velg baru menghiasi sisi kendaraan.
Di bagian belakang, perubahan terbatas pada grafis lampu LED baru, bemper belakang yang direvisi, dan trim horizontal baru di pintu bagasi.
Interior mengalami transformasi lebih radikal dengan peningkatan teknologi yang signifikan.
Dasbor memiliki tata letak baru dengan layar infotainment besar yang berdiri bebas dan kluster instrumen digital kecil.
>>> Huawei-GAC Aistaland GT7 Mulai Produksi Massal, Meluncur 26 Juni
Setir dua palang dengan tombol terintegrasi dan konsol tengah modern melengkapi kabin.
Mesin Plug-In Hybrid
Mesin bensin 1.6 liter naturally aspirated dari versi sebelumnya digantikan oleh opsi powertrain plug-in hybrid yang lebih canggih.
Untuk penggunaan profesional, Nissan juga menyediakan mesin 2.0 liter non-elektrifikasi tradisional.
NV200 yang diperbarui ini diproduksi secara lokal oleh Zhengzhou Nissan.
>>> Standar Baterai Solid-State Baru Bongkar Ilusi Peralatan Rp 135 Triliun
Meski fokus di China, pabrikan mungkin akan mengekspor van ini ke pasar lain di masa depan, mengikuti jejak kendaraan penumpang buatan China.
