Porsche meluncurkan Strategi 2035 untuk mengembalikan margin laba yang anjlok ke 1,1%. CEO baru Michael Leiters berjanji mengurangi varian dan fokus pada mobil sport.
Porsche memperkenalkan Strategi 2035 yang berfokus pada profit, bukan volume penjualan.
CEO baru Michael Leiters berjanji akan mengurangi varian, operasi yang lebih ramping, dan lebih banyak DNA mobil sport.
>>> Zacoe Rework Lamborghini Temerario dengan Body Kit Lebar 5,5 Inci
Dalam rapat umum tahunan perusahaan, Leiters memaparkan rencana transformasi besar-besaran untuk memulihkan margin laba yang merosot hingga 1,1 persen tahun lalu.
Leiters, yang menjabat CEO pada 1 Januari, menegaskan Porsche tahu persis apa yang perlu diperbaiki.
Strategi ini bertumpu pada tiga pilar: Merek dan Pelanggan, Produk dan Teknologi, serta Perusahaan dan Operasi.
Tujuannya adalah profitabilitas berkelanjutan, ketahanan yang lebih besar, dan perusahaan yang lebih sedikit menghabiskan waktu mengelola kompleksitas dan lebih banyak membangun mobil sport yang diinginkan.
Kembali ke Jati Diri Porsche
Pilar pertama adalah yang paling mudah dijual. Porsche mengatakan akan menggandakan apa yang membuat merek ini terkenal: mobil sport, keterlibatan berkendara, performa, dan eksklusivitas.
Leiters mengatakan Porsche tidak mengejar volume demi volume.
>>> Nissan Hidupkan Kembali Van NV200 dengan Wajah Baru dan PHEV
Idenya adalah pelanggan harus membeli Porsche karena benar-benar menginginkannya, bukan karena kebetulan tersedia dengan skema sewa yang menarik.
Porsche juga ingin memanfaatkan pamor lokasinya. “Kami harus menemukan kembali 'Made in Germany' dan membuktikan diri,” kata Leiters.
