Aistaland GT7, mobil listrik garapan Huawei dan GAC, dituduh memanipulasi hasil uji moose 94 km/jam dengan memanfaatkan regenerative braking.
Aistaland GT7, merek kendaraan energi baru hasil kerja sama Huawei dan GAC, baru saja diluncurkan di China pada 26 Juni.
Dalam acara peluncuran, pabrikan mengklaim mobil ini berhasil melewati uji moose (double lane change) pada kecepatan 94 km/jam.
>>> BYD Seal Uji Coba Teknologi Mengemudi Baru untuk Saingi Dominasi Nvidia
Klaim tersebut kini dipertanyakan.
Aistaland diduga sengaja memperbesar hasil uji dengan memasuki zona tes dalam kecepatan tinggi, lalu menggunakan regenerative braking untuk mengurangi laju sebelum bermanuver.
Bagaimana Uji Dilakukan
Saat siaran langsung peluncuran, Aistaland menyatakan mengikuti standar ISO 3888-2:2025. Standar itu melarang pengemudi menginjak pedal gas atau rem setelah memasuki zona pertama.
Namun, Aistaland mengakui bahwa GT7 memiliki regenerative braking aktif dan sistem masih dalam tahap pra-produksi.
Mobil memasuki zona pertama pada 94 km/jam, lalu melambat ke 76 km/jam sebelum melakukan lane change pertama, dan finis di 49 km/jam.
>>> Toyota Origin Langka Dijual Rp 670 Juta, Tampang Retro Mesin 2JZ
Meski demikian, Aistaland menyebut tes itu sukses dan menobatkan GT7 sebagai "raja uji moose yang baru".
Apakah Ini Kecurangan?
Standar ISO melarang pengemudi mengerem secara manual. Namun, pengereman oleh sistem kendaraan diperbolehkan, misalnya saat kontrol stabilitas (ESC) aktif.
Dalam kasus ini, semua perlambatan dilakukan oleh mobil, bukan pengemudi.
Dengan tenaga besar dan regenerative braking yang kuat, GT7 bisa melambat secara alami.
