Lexus LS 500h telah dihentikan produksinya untuk pasar Amerika Utara. Namun, model hybrid flagship ini tetap menjadi pilihan menarik di pasar mobil bekas berkat depresiasi rendah dan keandalan tinggi.
Sementara BMW 7 Series kehilangan 32,8 persen nilainya dalam periode yang sama.
Selain depresiasi rendah, kelangkaan LS 500h di pasar bekas juga membantu mempertahankan nilainya.
Setelah lima tahun, LS 500h hanya kehilangan 41 persen nilainya, terendah di segmen full-size luxury sedan. Sebagai perbandingan, LS 500 non-hybrid kehilangan 53 persen.
Keandalan menjadi faktor utama.
>>> Volvo Potong Harga EX90 2027 hingga $18.000, SUV Listrik Mewah Tiga Baris Kini Lebih Terjangkau
Berbeda dengan rival Jerman yang rumit dan mahal perawatannya seiring usia, Lexus LS tetap mudah dimiliki dalam jangka panjang.
Perbandingan Singkat LS 500 vs LS 500h
- LS 500: mesin 3.4 liter twin-turbo V6, 416 hp, 442 lb-ft, transmisi 10-speed A/T, RWD/AWD, konsumsi 22 MPG.
- LS 500h: mesin 3.5 liter V6 hybrid + dua motor listrik, 354 hp, 257 lb-ft, transmisi Multi-Stage Hybrid (eCVT + 4-speed A/T), AWD, konsumsi 25 MPG.
Masa Depan Lexus LS
Untuk saat ini, Lexus ES yang baru didesain ulang mengisi peran sebagai sedan flagship. Panjangnya kini 202,4 inci, hanya empat inci lebih pendek dari LS.
ES juga menawarkan fitur mewah seperti kursi belakang dengan power recline dan ottoman pada paket Executive.
Lexus sendiri telah memamerkan tiga konsep LS di Japan Mobility Show: LS Coupe Concept, LS Concept, dan LS Micro Concept.
Meskipun kemungkinan produksi massal kecil, konsep-konsep ini menunjukkan arah Lexus yang lebih berani di masa depan.
>>> Volvo SUV Terbaru: Dari Mild Hybrid hingga Listrik Bertenaga
Bagi yang menginginkan sedan mewah hybrid dengan keandalan tinggi dan depresiasi rendah, Lexus LS 500h bekas layak menjadi pertimbangan utama.
