Chevrolet SS awalnya kurang laku, kini jadi buruan kolektor. Simak alasan sedan sport V-8 ini naik harga.
Chevrolet SS mungkin adalah salah satu ikon paling tidak disengaja dalam sejarah otomotif Amerika.
Diperkenalkan lebih dari satu dekade lalu, sedan sport ini mendapat pujian kritis dari para penggemar yang mendambakan sedan sport Amerika berpenggerak roda belakang (RWD).
>>> Ferrari Luce Laris di China Meski Tak Sepenuhnya Sold Out
Formula analog Chevy SS dianggap sempurna: mesin 6.2-liter LS3 V-8, RWD, transmisi manual, dan bodi sedan praktis.
Namun, meskipun dipuji, hanya 12.860 unit terjual selama empat tahun produksi.
Waktu yang Salah untuk Mobil yang Tepat
Chevy SS adalah mobil yang tepat di atas kertas, tetapi waktu peluncurannya menjadi faktor utama kurangnya sambutan.
Meskipun mumpuni, SS tidak memiliki daya tarik visual dan momentum pemasaran untuk menjadi sukses besar.
Tampilannya terlalu mirip dengan sedan mainstream seperti Chevrolet Malibu, padahal harganya sekitar $45.000. Bagi pengamat biasa, SS sulit dibedakan dari Malibu yang merupakan sedan ekonomi FWD.
Chevy SS sebenarnya adalah Holden Commodore VF yang diimpor dari Australia dengan sedikit perubahan. Sayangnya, Chevrolet tidak mendesain ulang eksterior untuk pasar Amerika yang lebih agresif.
Chevrolet juga tidak mempromosikan SS secara besar-besaran. Padahal, ini adalah sedan V-8 RWD pertama Chevrolet dalam 15 tahun.
Alih-alih menjadi mobil halo, perhatian justru tertuju pada Camaro dan Corvette.
