Chevrolet SS awalnya kurang laku, kini jadi buruan kolektor. Simak alasan sedan sport V-8 ini naik harga.
Meskipun gaya eksterior kurang menarik, di balik bodi terdapat salah satu sedan performa modern paling lengkap.
SS memadukan kekuatan mobil otot dengan teknologi mobil mewah dengan cara yang belum pernah ditiru.
>>> Ferrari 288 GTO Jadi Ajang Lelang ke-250.000 Bring a Trailer, Bidding Tembus Jutaan Dolar
Pada intinya, SS adalah C6 Corvette dengan empat pintu. Mesin 6.2-liter LS3 V-8 menghasilkan 415 tenaga kuda dan torsi 415 lb-ft.
Dengan penggerak roda belakang, kombinasi ini sulit dikalahkan. Selain itu, SS sangat luas dan praktis.
Dimensinya mirip dengan Cadillac CT5-V Blackwing, yang sering dianggap sebagai penerus spiritual SS. Namun, Blackwing tidak memiliki mesin LS3.
Dukungan aftermarket untuk LS3 masih tak tertandingi.
Kesalahan Chevrolet lainnya adalah hanya menawarkan transmisi otomatis pada model tahun 2014. Transmisi manual baru hadir pada 2015, dan rasanya sangat baik.
Pada tahun yang sama, Magnetic Ride Control menjadi standar, membuat performa SS semakin istimewa.
SS juga dilengkapi head-up display dan sistem keselamatan aktif.
Tidak ada level trim yang berbeda; trim dasar sudah penuh fitur, dengan hanya dua opsi: sunroof dan ban serep.
Pada 2016, SS mendapat facelift dengan sistem knalpot dual-mode.
Akar Australia Membuat SS Semakin Menarik
Chevy SS, dalam segala hal, adalah outlier.
