Larangan penjualan Polestar di AS mulai 2028 memicu kekhawatiran pemilik soal nilai jual kembali, pembaruan perangkat lunak, dan kelangsungan jaringan servis.
Pemilik Polestar di Amerika Serikat mulai khawatir nilai kendaraan listrik mereka akan ambruk setelah pemerintah AS melarang penjualan mobil baru Polestar mulai tahun 2028.
Keputusan ini diumumkan oleh Biro Industri dan Keamanan Departemen Perdagangan AS pekan lalu. Polestar tidak lagi diizinkan menjual kendaraan di AS setelah model tahun 2027.
>>> BMW K 1600 GTL: Motor Touring Inline-Six yang Kini Jadi Barang Bekas Murah
Kekhawatiran Pemilik dan Dealer
Keputusan itu mengejutkan dealer. Volvo, yang juga menggunakan komponen China, justru mendapat pengecualian untuk terus menjual mobilnya di AS.
Pemilik Polestar, termasuk mereka yang masih menunggu pengiriman, khawatir nilai jual kembali mobil mereka akan turun drastis. Mereka juga mempertanyakan berapa lama jaringan servis Polestar bisa bertahan.
Banyak pemilik khawatir mobil mereka tidak akan menerima pembaruan perangkat lunak secara teratur. Teknologi di dalam mobil bisa tertinggal dibandingkan pasar lain.
Beberapa pembeli justru menyambut kekacauan ini. Mereka bertaruh nilai jual kembali yang turun akan membuat Polestar bekas lebih murah.
>>> DRL BMW X5 Terinspirasi Logo X? Lampu Depan Mirip Merek Milik Elon Musk
Sejumlah orang membandingkannya dengan harga murah mobil Fisker setelah bangkrut pada 2024.
Akankah Volvo Turun Tangan?
Pemilik Polestar, Ryan Rodriguez, mengatakan ia membeli model 2024 beberapa minggu sebelum larangan diumumkan. Jika tahu larangan akan datang, ia akan mempertimbangkan merek lain.
