Empat anak di China merusak Ferrari 488 GTB senilai Rp8,5 miliar. Orang tua mereka menolak membayar penuh biaya perbaikan, sehingga pemilik mobil melayangkan gugatan perdata.
>>> Chery Beri Garansi Baterai Seumur Hidup Imbas Standar Keamanan Baru di China
Namun, menurut South China Morning Post, orang tua hanya menawarkan kompensasi ¥5.000 (Rp11 juta) dan tidak membawa anak mereka meminta maaf.
Akibatnya, pemilik Ferrari mundur dari meja negosiasi dan mengajukan gugatan perdata untuk menuntut biaya perbaikan penuh.
Dasar Hukum
Menurut hukum China, anak di bawah 14 tahun dibebaskan dari tahanan administratif. Jalur pengadilan perdata menjadi satu-satunya cara bagi pemilik properti untuk menuntut pertanggungjawaban wali mereka.
Ferrari 488 GTB memiliki nilai taksiran ¥3,6 juta (Rp8,5 miliar) di China.
>>> Hadirkan Tiga Varian Baru, Suzuki XL7 Hybrid Tampil Lebih Modern dan Serbaguna
Warganet di media sosial mempertanyakan mengapa mobil mahal itu diparkir di luar ruangan, bukan di tempat parkir yang aman.
