Lebih dari 600 pekerja TN visa asal Meksiko memenangkan gugatan class action senilai $11,5 juta terhadap Kia Georgia dan Hyundai Mobis atas dugaan penempatan kerja yang tidak sesuai.
Hakim federal menyetujui penyelesaian gugatan class action senilai $11,5 juta yang melibatkan lebih dari 600 insinyur dan pekerja teknis asal Meksiko.
Para pekerja mengaku direkrut untuk posisi profesional di Georgia, tetapi kemudian ditempatkan di lini pabrik.
>>> CT5-V Blackwing: Sedan Sport V-8 Paling Underrated di 2025
Tergugat meliputi Kia Georgia, Hyundai Mobis, perusahaan penyedia staf Allswell, dan agen perekrutan SPJ Connect.
Mereka semua membantah melakukan kesalahan, tetapi penyelesaian ini menutup kasus panjang tentang dugaan penyalahgunaan visa TN.
Kronologi Kasus
Kasus Martinez v.
Mobis Alabama berpusat pada warga Meksiko yang direkrut untuk pekerjaan teknik, kendali mutu, dan posisi teknis di fasilitas Kia Georgia dan Hyundai Mobis di West Point.
Mereka datang ke AS dengan visa TN, yang memungkinkan profesional Meksiko dan Kanada bekerja sementara di pekerjaan tertentu.
Menurut penggugat, pekerjaan yang sebenarnya mereka terima tidak sesuai dengan yang digunakan untuk mendapatkan visa.
>>> Mobil Bekas di Bawah Rp 240 Juta Makin Langka, Stok Anjlok 20 Persen
Alih-alih pekerjaan tingkat profesional, mereka ditugaskan di posisi lini produksi manual, terkadang dengan shift 12 jam selama lima hingga enam hari kerja.
Gugatan juga menyebut pekerja dibayar lebih rendah dari yang dijanjikan, tidak mendapat lembur yang layak, dan diperingatkan bisa dideportasi jika mengeluh atau mencari pekerjaan lain.
