Penjualan Toyota RAV4 turun 35,7% pada paruh pertama 2025. Penyebabnya bukan permintaan lemah, melainkan masalah produksi dan retooling pabrik.
Penjualan Toyota RAV4 mengalami penurunan signifikan sebesar hampir 36 persen pada paruh pertama tahun ini. Namun, penurunan ini bukan disebabkan oleh menurunnya minat pembeli.
Menurut data penjualan, Toyota hanya berhasil menjual 153.955 unit RAV4 dalam enam bulan pertama 2025.
>>> Mazda CX-90: SUV Jepang dengan Nuansa Mewah, Bukan Sekadar Kendaraan Fungsional
Angka ini turun 35,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 239.451 unit.
Pada bulan Juni saja, penjualan RAV4 turun 12,1 persen dari 36.810 unit menjadi 32.350 unit.
Penurunan ini terus berlanjut meskipun permintaan terhadap SUV tersebut tetap tinggi.
>>> Suzuki GSX-S1000GX+: Touring Mewah ala BMW dengan Harga Lebih Terjangkau
Masalah Produksi Jadi Biang Kerok
Penyebab utama penurunan penjualan adalah masalah produksi. Toyota mengalami keterlambatan dalam proses retooling di pabrik Kentucky yang memproduksi RAV4.
Selain itu, konflik di Iran dan masalah di Selat Hormuz juga berdampak pada rantai pasokan Toyota.
Perusahaan bahkan mengumumkan akan memangkas produksi luar negeri sekitar 100.000 unit hingga Februari 2027.
>>> Bentley Resmi Umumkan Nama EV Pertamanya: Torcal
Akibat pemotongan produksi dan keterlambatan retooling, Toyota kehilangan sekitar 55.000 unit penjualan. Output RAV4 turun sekitar 86.400 unit antara Januari dan Mei dibandingkan tahun lalu.
Kekurangan pasokan membuat dealer kewalahan. Beberapa dealer bahkan menghitung stok RAV4 dalam hitungan jam, bukan hari.
Sementara itu, penjualan total merek Toyota di AS justru naik 1,5 persen pada paruh pertama tahun ini.
>>> Geely Galaxy TT Debut, Mirip Xiaomi SU7 dengan Jarak Tempuh 725 km
Beberapa model lain seperti GR Supra justru mencatat kenaikan penjualan yang signifikan.
