Toyota menunda peluncuran Hilux PHEV karena teknologi plug-in hybrid dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan towing dan payload tinggi yang menjadi standar truk pikap.
Toyota tidak berencana menghadirkan Hilux PHEV dalam waktu dekat. Pabrikan asal Jepang itu menilai teknologi plug-in hybrid belum siap untuk pekerjaan berat di segmen truk pikap.
Menurut Toyota, powertrain PHEV akan mengorbankan kapasitas towing dan muatan.
>>> Porsche 911 GT3 S/C 2027: Atap Terbuka, Tenaga 502 HP
Hal ini menjadi pertimbangan utama di tengah persaingan dengan Ford Ranger dan merek China yang sudah menawarkan opsi PHEV.
Ray Munday, manajer senior perencanaan produk dan harga Toyota Australia, mengakui adanya persaingan ketat. Namun, ia menegaskan Toyota tidak akan meluncurkan produk yang terburu-buru.
“Kami pasti melihat ada persaingan kuat di area itu, dan kami sedang mempelajarinya, tetapi sampai teknologinya siap, kami tidak akan merilis sesuatu yang terburu-buru,” ujar Munday kepada CarExpert.
Ia menjelaskan tantangan utama PHEV adalah bobot tambahan yang mengurangi payload dan kemampuan towing.
>>> Honda Africa Twin DCT: Motor Petualang yang Membuat Taman Nasional Lebih Mudah Dijelajahi
“Sistemnya belum tentu dikembangkan saat ini untuk memenuhi standar kami tentang towing berat bagi pelanggan Hilux,” tambahnya.
Ekspektasi terhadap merek Toyota dan Hilux sangat tinggi. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan produk.
Toyota khawatir Hilux PHEV tidak bisa menyamai kapasitas towing 3.500 kg dan payload 1 ton dari varian diesel.
>>> Pagani Huayra 70 Derecho: V12 Roadster Bertransmisi Manual
