Chen Liquan, peraih penghargaan sains tertinggi China, mendesak industri otomotif mempercepat pengembangan baterai sodium guna mengurangi ketergantungan impor lithium hingga 75%.
Pionir baterai China, Chen Liquan, mendesak industri otomotif untuk mempercepat pengembangan baterai sodium sebagai alternatif guna mengurangi ketergantungan impor lithium yang mencapai 75%.
Hal ini disampaikan dalam pidatonya saat menerima Penghargaan Sains dan Teknologi Tertinggi Nasional di Beijing pada 8 Juli 2026.
>>> Pengemudi Tesla Tertidur di Kecepatan 100 km/jam, Dua Anak di Dalam Mobil
Menurut China Daily, Chen Liquan menerima penghargaan atas kontribusinya dalam manufaktur sel baterai.
Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa suatu negara tidak dapat mempertahankan keunggulan industri hanya dengan meniru teknologi asing.
Keamanan industri yang sesungguhnya membutuhkan visi yang jelas dan inovasi material mandiri untuk menghilangkan ketergantungan pada mineral asing.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun arsitektur perangkat keras independen guna melindungi volume produksi kendaraan di tengah volatilitas perdagangan internasional.
Teknologi Baterai Sodium
Pengembangan baterai sodium membutuhkan pergeseran material kimia hulu untuk menghindari jaringan perdagangan global yang tidak stabil.
>>> Mengapa Penggemar Harley Beralih ke Honda Shadow Setelah 50.000 Mil
Pemasok industri kini memperluas proses khusus untuk anoda batubara pada baterai sodium guna menggantikan grafit sintetis yang mahal.
Peralihan ini memanfaatkan sumber daya karbon lokal, sehingga melindungi margin baterai di segmen kendaraan anggaran.
Pengujian terbaru menunjukkan bahwa baterai sodium produksi massal mendekati paritas biaya dengan baterai lithium besi fosfat tradisional.
