Ducati untuk pertama kalinya meninggalkan sistem katup desmodromic pada 2026 DesertX. Keputusan ini didasari pertimbangan teknis dan performa mesin.
Ducati secara resmi mengumumkan bahwa 2026 DesertX tidak lagi menggunakan mesin dengan desmodromic valve actuation. Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah pabrikan asal Italia tersebut meninggalkan teknologi ikoniknya.
Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan teknis yang matang. Ducati ingin menghadirkan performa mesin yang lebih efisien dan andal, terutama untuk penggunaan off-road.
>>> Abarth Siapkan Versi Sporty Fiat Topolino untuk Remaja
Alasan Teknis di Balik Keputusan
Mesin baru pada DesertX 2026 menggunakan sistem katup konvensional dengan pegas. Perubahan ini memungkinkan interval perawatan yang lebih panjang dan biaya operasional yang lebih rendah.
>>> GWM Daftarkan SUV Listrik Besar Wey V8X untuk Bersaing di Pasar BEV China
Selain itu, mesin non-Desmo juga diklaim lebih ringan dan kompak. Hal ini berkontribusi pada peningkatan handling dan kemampuan off-road motor petualang tersebut.
>>> Geely Galaxy TT Ultra: Sedan Performa 578 HP dengan Arsitektur 800V
Ducati tetap mempertahankan karakter mesin V2 yang bertenaga. Namun, dengan teknologi katup baru, torsi dan respons throttle diharapkan lebih halus di medan berat.
>>> Pionir Baterai China Dorong Peralihan ke Sodium untuk Kurangi Ketergantungan Lithium
Perubahan ini menandai era baru bagi Ducati, yang selama puluhan tahun identik dengan sistem Desmo. Langkah ini menunjukkan adaptasi pabrikan terhadap tuntutan pasar dan regulasi emisi.
