Studi Warrantywise menunjukkan bahwa kerusakan pada mobil listrik bekas paling sering terjadi pada sistem kelistrikan dan suspensi, bukan baterai tegangan tinggi. Biaya perbaikan on-board charger bisa mencapai Rp 230 juta.
>>> 10 SUV Tangguh yang Bisa Tembus 250.000 Mil dengan Mesin Asli
Selain itu, baterai biasanya memiliki masa garansi pabrik yang lebih panjang. Ketika kerusakan terjadi, rata-rata biaya perbaikannya lebih dari £6.400 (Rp 137 juta).
Data Warrantywise juga menunjukkan rata-rata nilai klaim perbaikan EV naik 10,7 persen antara 2024 dan 2025.
Kenaikan ini lebih disebabkan oleh inflasi dan biaya tenaga kerja, bukan karena penurunan keandalan.
Perlu diingat, data ini hanya mencakup kendaraan yang terdaftar dalam program garansi tersebut.
>>> Mengapa Honda CR-V 2021 Bekas Masih Jadi Pilihan Cerdas di 2026
Meski demikian, temuan ini menunjukkan bahwa baterai mahal yang sering dibicarakan ternyata bukanlah 'bom waktu' biaya perbaikan seperti yang dibayangkan.
