General Motors meluncurkan indeks otomatisasi untuk pemasok. Target skor 4,5 dari 5 membuat pemasok khawatir kehilangan bisnis jika tidak memenuhi standar.
General Motors (GM) ingin pemasok utamanya menjadi sangat terotomatisasi. Beberapa pemasok khawatir tidak memenuhi permintaan GM dapat berdampak pada bisnis di masa depan.
Perusahaan meminta pemasok untuk menilai tingkat otomatisasi mereka pada skala 5 poin. Program baru ini mengandalkan robotika dan kecerdasan buatan untuk mengubah cara pembuatan suku cadang.
>>> Nissan Xterra: SUV V6 4x4 yang Mampu Bertahan 300.000 Mil dengan Komponen Asli
Indeks Otomatisasi Baru GM
Pada bulan Maret, GM mulai mengirimkan survei kepada pemasok sebagai bagian dari peluncuran Overall Automation Maturity Index (OAMI).
Pemasok diminta mengaudit operasi manufaktur mereka dan memberi skor tingkat otomatisasi berdasarkan kriteria dari GM.
Penilaian mencakup seluruh proses manufaktur, mulai dari pembelian bahan baku hingga produksi dan pengiriman akhir. Dalam beberapa kasus, GM juga mengaudit pabrik pemasok.
Ada lima tingkat otomatisasi: manual, mekanisasi dasar, semi-otomatis, otomatisasi terintegrasi, dan pabrik cerdas/otomatisasi adaptif. GM menetapkan target 4,5 dari 5 untuk pemasok.
>>> Kawasaki Z900: Bukti Keandalan Bisa Menjadi Menarik
Beberapa eksekutif pemasok mengatakan kepada Crain's Detroit bahwa mereka percaya target tersebut harus dicapai atau berisiko kehilangan bisnis di masa depan, meskipun GM mengatakan tidak ada tenggat waktu tunggal untuk mencapainya.
Sekitar 50 robot kolaboratif (cobot) Fanuc baru-baru ini dipasang di pabrik Factory Zero GM di Detroit, di mana lebih dari 1.000 pekerja masih dirumahkan.
