CEO Ford Jim Farley mengakui pabrik di China dan Meksiko memiliki kepatuhan proses dan kemampuan pemecahan masalah terbaik, melampaui pabrik AS. Keberhasilan ini didukung lonjakan peringkat kualitas awal JD Power.
Pernyataan Farley juga mengingatkan pada kekhawatiran serupa dari Toyota dan Nissan.
Kedua pabrikan Jepang itu telah memperingatkan pembeli bahwa beberapa mobil buatan AS mungkin memiliki cacat cat, celah panel tidak rata, atau cacat kosmetik kecil yang tidak memenuhi standar domestik Jepang.
>>> Motor Touring Honda yang Diam-diam Jadi Sahabat Seumur Hidup
Ford percaya teknologi akan memainkan peran lebih besar dalam meningkatkan kualitas ke depan.
Farley mengatakan pekerja di Meksiko dan China lebih antusias menggunakan alat kecerdasan buatan dibandingkan rekan mereka di Amerika Utara.
Namun, ia menegaskan perangkat lunak saja tidak cukup.
"Tidak ada pengganti" untuk pekerja terampil, kata Farley.
>>> Nissan Leaf 2026: EV Terjangkau dengan Segudang Keunggulan
AI dapat membantu, tetapi kualitas jangka panjang tetap bergantung pada tenaga kerja berpengalaman yang mampu mendeteksi masalah sebelum pelanggan menyadarinya.
