Biaya baterai turun 35% sejak 2020, namun median harga EV di Jerman justru naik dari €38.000 ke €54.000. Studi ICCT ungkap penyebabnya.
Produsen tampaknya menggunakan sebagian penghematan untuk meningkatkan jangkauan, spesifikasi, atau menutup biaya riset, bukan memotong harga jual lebih dalam.
Mengapa Median Harga Justru Naik?
Meski model EV individual menjadi lebih murah, median harga yang diiklankan di seluruh pasar Jerman justru naik. Dari sekitar €38.000 pada 2020 menjadi €54.000 pada 2025.
>>> 2026 Hyundai Santa Fe: SUV Mainstream yang Mengalahkan Saingan Mewah
Penyebab utamanya adalah ledakan jumlah model EV yang tersedia, dari 38 menjadi 159 model selama periode studi.
Sebagian besar pertumbuhan berasal dari kendaraan yang lebih besar dan lebih mahal di segmen menengah bawah, menengah, dan menengah atas.
Pembeli yang mencari EV kecil dan terjangkau masih memiliki sedikit pilihan. Mobil mini dan kecil hanya mencakup 14 persen dari semua model BEV yang dijual.
Perlu dicatat, temuan ini mencerminkan pasar Jerman, bukan Amerika Serikat, di mana insentif, pajak, dan preferensi konsumen berbeda.
Namun, laporan ini menyoroti realitas penting: penurunan biaya baterai tidak otomatis berarti harga jual lebih murah.
>>> C5 Corvette: Generasi Corvette yang Diam-diam Jadi Pilihan Cerdas
Terkadang, penghematan itu berubah menjadi jangkauan lebih jauh, perlengkapan lebih banyak, atau kendaraan yang lebih mahal.
