Mesin Skyactiv-G Mazda telah diproduksi hampir 20 tahun sejak 2012. Keandalan dan efisiensi menjadi alasan utama mesin ini masih digunakan di berbagai model hingga 2026.
Rasio kompresi ultra-tinggi mencapai 14.0:1 di pasar global dan 13.0:1 di AS. Mazda mengatasi potensi knocking dengan exhaust manifold 4-2-1 yang panjang.
Injektor bahan bakar multi-hole dan piston berongga membantu mengoptimalkan pembakaran. Hasilnya, mesin 2.5 liter menghasilkan 191 hp dan 186 lb-ft torsi.
>>> Harley-Davidson Breakout 2025: V-Twin Cruiser Paling Agresif
Varian 2.0 liter di MX-5 Miata menghasilkan 181 hp dan 151 lb-ft. Untuk crossover besar, versi turbocharged menghasilkan 250 hp dan 320 lb-ft.
Mazda memasangkan mesin ini dengan transmisi manual 6-percepatan atau otomatis konverter torsi 6-percepatan, menghindari CVT yang bermasalah.
Perawatan agar Skyactiv Awet
Meski andal, perawatan rutin tetap penting. Ganti oli sintetis dan filter setiap 5.000-7.500 mil.
Filter udara diganti setiap 15.000-30.000 mil.
Busi direct injection perlu diganti pada 75.000 mil untuk mencegah misfire. Pendingin (coolant) harus dikuras pada 120.000 mil atau 10 tahun.
Biaya perawatan rendah, dengan ganti oli rata-rata di bawah 100 dolar. Mesin Skyactiv-G memiliki catatan keandalan yang sangat bersih selama hampir 20 tahun produksi.
Hanya ada sedikit recall untuk komponen tambahan, seperti pompa bahan bakar tekanan rendah atau katup hidrolik pada model 2018-2019.
Inti mesin tidak pernah mengalami recall besar.
Awal Mula Mesin Skyactiv-G
Mazda meluncurkan Skyactiv-G generasi pertama di AS pada model tahun 2012. Mesin 2.0 liter pada Mazda3 menghasilkan 155 hp dan 148 lb-ft torsi.
