Dua mantan insinyur VW ditangkap karena dituduh melakukan insider trading saham Rivian. Mereka meraup lebih dari $300.000 dan kini terancam hukuman 25 tahun penjara.
Dua mantan insinyur Volkswagen Group ditangkap dan didakwa oleh Departemen Kehakiman AS atas konspirasi dan penipuan sekuritas.
Mereka dituduh melakukan perdagangan orang dalam (insider trading) terkait kemitraan VW dengan Rivian.
>>> Acura RLX Sport Hybrid: Sedan Sleeper 377 HP Warisan NSX
Michael Stamp dan Marcus Plank disebut membeli saham dan opsi Rivian setelah mengetahui rencana joint venture tersebut, sebelum pengumuman resmi pada 26 Juni 2024.
Keduanya diduga meraup keuntungan lebih dari $300.000.
Kronologi Dugaan Insider Trading
Menurut Bloomberg, Stamp dan Plank memanfaatkan informasi rahasia dari perusahaan tempat mereka bekerja. Setelah pengumuman kemitraan, harga saham Rivian melonjak 23 persen.
Stamp diduga menjual sahamnya saat lonjakan tersebut dan mengantongi sekitar $250.000. Sementara Plank disebut meraup sekitar $50.000.
>>> Honda Adventure Tourer: Pilihan Paling Masuk Akal di Kelasnya
Jaksa juga menduga Plank membocorkan informasi kepada anggota keluarga dekat, yang kemudian meraup sekitar $12.000 dari perdagangan saham Rivian.
Keduanya didakwa di New York.
“Michael Stamp dan Marcus Plank diduga mengeksploitasi informasi rahasia perusahaan mereka untuk meraup lebih dari $300.000 dalam keuntungan ilegal,” kata Jaksa AS Jay Clayton.
>>> Ferrari SF90 Terbelah Dua Usai Tabrak Pohon, Pengemudi Selamat
“Ketika orang menyalahgunakan informasi rahasia untuk keuntungan finansial pribadi, mereka merusak prinsip yang memungkinkan pasar kita berfungsi secara adil dan efisien.
Perdagangan orang dalam adalah kejahatan yang harus ditindak tegas,” tambahnya.
Bukti Digital Memberatkan
Jaksa meyakini kedua tersangka sadar akan tindakan mereka. Stamp diduga mencari di Google frasa “statute of limitations insider trading” hanya delapan hari sebelum pengumuman.
Setelah berita tersebut pecah, anggota keluarga Plank mencari dalam bahasa Jerman “bagaimana insider trading dituntut”.
>>> SUV Jepang Ini Diam-Diam Kalahkan BMW, Mercedes, dan Audi
Jika terbukti bersalah atas penipuan sekuritas federal, Stamp dan Plank masing-masing menghadapi hukuman hingga 25 tahun penjara.
