China akan memberlakukan larangan ketat terhadap lampu indikator biru pada kendaraan penumpang yang menandakan sistem bantuan mengemudi aktif. Aturan ini berdasarkan standar nasional GB4785 yang hanya mengizinkan warna lampu putih, merah, kuning, dan oranye.
Pihak yang menentang berpendapat bahwa lampu biru dapat mengganggu pengemudi lain dan pejalan kaki di malam hari atau disalahartikan sebagai lampu sein.
>>> BYD Racco: Mobil Kei Listrik Termurah di Jepang, Tapi Termahal di Jalan
Beberapa juga khawatir pengemudi menggunakan lampu sebagai "perisai tanggung jawab" dengan terlalu mengandalkan sistem tanpa pengawasan yang memadai.
Sementara itu, pendukung berpendapat bahwa lampu biru memberikan sinyal penting kepada pengguna jalan lain bahwa kendaraan beroperasi di bawah bantuan otonom.
Hal ini dianggap penting seiring berkembangnya teknologi.
Respons Industri
Pabrikan mobil kini bergegas menyesuaikan diri. Geely menyatakan kepada Yicai bahwa mereka mengetahui berita tersebut dan akan mengikuti peraturan nasional dengan ketat.
Sumber industri yang dikutip NBD mengatakan bahwa untuk kendaraan yang sudah terjual, MIIT sedang mempelajari langkah penanganan yang tepat.
>>> Interior Chery iCaur V25 Terungkap di China Jelang Peluncuran
Untuk model masa depan, beberapa ahli percaya pabrikan dapat menggunakan pembaruan Over-the-Air (OTA) untuk mengubah warna lampu atau menonaktifkan fungsi tersebut agar sesuai dengan peraturan.
