BMW dilaporkan akan memangkas sekitar 8.000 posisi global, mayoritas di Jerman, tanpa menyentuh pekerja pabrik. Langkah ini sebagai respons terhadap tekanan pasar China, tarif AS, dan biaya produksi tinggi.
BMW dilaporkan berencana menghilangkan sekitar 8.000 posisi di seluruh tenaga kerja globalnya. Sebagian besar pemangkasan akan menyasar peran korporat di Jerman, sementara pekerja pabrik tetap dikecualikan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya BMW memangkas biaya dan memulihkan profitabilitas di tengah berbagai tekanan.
>>> Mobil Lucid Air Coupe Milik Shaquille O'Neal Kecelakaan, Muncul di Tempat Penampungan
China, tarif, dan kenaikan biaya memaksa BMW dan pabrikan otomotif lain untuk berpikir ulang.
BMW telah menghabiskan miliaran dolar untuk mempersiapkan mobil Neue Klasse yang banyak diminati. Kini perusahaan juga harus melakukan perombakan besar-besaran pada tenaga kerjanya.
Berbeda dengan program restrukturisasi lain, BMW saat ini tidak menyentuh lini produksinya. Sebaliknya, paket pesangon sukarela akan menyasar area seperti administrasi, riset dan pengembangan, serta perencanaan.
Pekerja pabrik tidak termasuk dalam skema ini.
Bloomberg melaporkan bahwa jajaran manajemen juga akan disederhanakan. Program keberangkatan sukarela di Jerman diperkirakan akan dimulai pada Oktober dan berlanjut hingga akhir 2027.
>>> Motor Sport Suzuki Paling Worth It yang Bisa Dibeli Sekarang
BMW mengonfirmasi telah mencapai kesepakatan dengan dewan pekerja mengenai restrukturisasi, tanpa merinci jumlah target pengurangan. Pemangkasan ini signifikan bahkan untuk perusahaan sebesar BMW.
Perusahaan mempekerjakan sekitar 150.000 orang secara global, termasuk 87.436 di Jerman pada akhir 2025.
Tenaga kerja di Jerman itu sudah menyusut 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
