Mobil listrik mewah Jerman, Audi e-tron GT, kehilangan 56,3% nilainya dalam tiga tahun. Depresiasi ini lebih parah dari Porsche Taycan. Simak analisis lengkapnya.
Audi e-tron GT, sedan listrik mewah dari Jerman, mengalami penurunan nilai yang drastis.
Menurut data iSeeCars, mobil ini kehilangan 56,3 persen dari harga barunya hanya dalam tiga tahun.
>>> Generasi Kedua Suzuki Hayabusa: Motor Paling Awet dari Pabrikan Gajah
Angka ini lebih buruk dibandingkan Porsche Taycan yang kehilangan sekitar 55 persen dalam lima tahun.
Perbandingan Depresiasi EV vs Mobil Bensin
Rata-rata kendaraan listrik (EV) kehilangan sekitar 61 persen nilainya dalam tiga tahun pertama. Sementara itu, mobil bensin setara kehilangan sekitar 47 persen dalam periode yang sama.
Selisih 14 persen ini menunjukkan adanya diskon struktural di pasar EV bekas.
Penyebab utamanya adalah percepatan teknologi.
Powertrain listrik berkembang cepat seperti ponsel, sehingga model lama langsung terdepresiasi saat model baru dengan jarak tempuh lebih jauh dan pengisian lebih cepat muncul.
>>> SUV Terlaris Toyota Bukan RAV4, Highlander, atau Land Cruiser
Depresiasi Audi e-tron GT: Lebih Parah dari Taycan
Audi e-tron GT berbagi platform J1 dengan Porsche Taycan. Namun, logo Audi tidak memiliki daya tahan nilai jual kembali seperti Porsche.
Akibatnya, e-tron GT kehilangan 56,3 persen nilainya dalam tiga tahun, sementara Taycan hanya kehilangan 55 persen dalam lima tahun.
Jika diperpanjang hingga lima tahun, depresiasi e-tron GT mencapai 68,7 persen. Artinya, mobil yang tadinya berharga enam digit kini hanya bernilai sekitar setengahnya dalam tiga tahun.
