Honda Gold Wing membuktikan bahwa motor touring seberat 800 pon pun bisa terasa ringan berkat distribusi massa, suspensi double-wishbone, dan fitur walking mode.
Motor touring selalu identik dengan kenyamanan luar biasa, kemampuan jarak jauh, dan ruang bagasi yang lega. Namun, ukurannya yang besar sering kali menjadi momok.
Bobotnya yang masif dan dimensinya yang lebar membuat manuver kecepatan rendah terasa menegangkan.
>>> Suzuki GSX-R600: Masih Diproduksi di Tengah Gempuran Motor Sport Modern
Persepsi inilah yang membuat banyak pengendara enggan mencoba segmen touring, meski mendambakan perjalanan lintas negara dengan nyaman. Namun, teknologi modern perlahan mengubah anggapan tersebut.
Motor touring saat ini jauh lebih mudah dikendalikan dibanding pendahulunya.
Filosofi Touring yang Dibangun di Atas Kepercayaan Diri
Honda membangun reputasinya selama puluhan tahun dengan memproduksi motor yang dipercaya berbagai kalangan, dari komuter hingga petualang jarak jauh.
Honda dikenal mengutamakan penyempurnaan teknik dibanding sekadar mengejar spesifikasi mencolok.
Motor touring menuntut standar lebih tinggi.
Anda mengharapkan motor mampu membawa Anda ratusan kilometer tanpa masalah, beradaptasi dengan perubahan lingkungan, dan memberikan kemewahan terbaik di atas dua roda.
Honda menjawabnya dengan teknologi terbaik, jok paling nyaman, dan proteksi angin optimal.
Mengapa 800 Pon Tidak Harus Terasa Seberat Itu
Motor touring besar sering melewati bobot 800 pon, hampir sepertiga berat mobil kecil. Memang terdengar menakutkan, terutama saat mundur dari parkiran atau berputar balik di jalan sempit.
Namun, bobot hanyalah satu bagian dari cerita.
