Mobil modern sudah dilengkapi GPS, kamera, dan kontrol throttle elektronik yang bisa mendukung sistem pembatas kecepatan geofencing. Teknologi ini siap, tapi penerimaan pengemudi masih jadi tantangan.
Sejumlah produsen seperti Mercedes-Benz, BMW, Toyota, dan Ford telah menggunakan geofencing pada beberapa mobil hybrid plug-in untuk beralih ke mode listrik secara otomatis saat memasuki zona emisi rendah.
Volvo juga menggunakan teknologi ini untuk membatasi kecepatan kendaraan komersial di area tertentu.
Langkah Awal di Eropa
Eropa telah mengambil langkah awal dengan Intelligent Speed Assist (ISA).
Berbeda dengan geofencing, ISA tidak menghentikan pengemudi untuk ngebut, tetapi dapat mengenali perubahan batas kecepatan menggunakan kamera dan data GPS sebelum memberi peringatan.
>>> 10 Sedan Mewah Bekas yang Masih Lebih Kencang dari Mobil Baru
Sistem geofencing penuh akan melangkah lebih jauh.
Kendaraan dapat menolak untuk berakselerasi melebihi batas kecepatan lokal saat melewati zona yang telah ditentukan, sebelum kembali beroperasi normal di tempat lain.
Pendukung berpendapat bahwa ini dapat mengurangi kecelakaan, meningkatkan keselamatan pejalan kaki, dan menegakkan batas kecepatan secara lebih konsisten daripada kamera pinggir jalan.
Namun, kritikus mempertanyakan apakah pemerintah atau produsen seharusnya memiliki kemampuan untuk mengatur secara elektronik cara kendaraan pribadi dikemudikan.
Teknologi mungkin adalah bagian yang mudah.
>>> Harley-Davidson Fat Boy: Perpaduan Kenyamanan dan Karakter yang Tepat
Tantangan sebenarnya adalah meyakinkan pengendara bahwa mobil yang mereka bayar terkadang harus memiliki suara terakhir atas kaki kanan mereka.
