Cadangan Minyak Strategis AS turun ke 298,7 juta barel, terendah sejak 1983. Angka ini diperkirakan turun lagi ke 243 juta barel untuk meredam gejolak harga akibat perang.
Cadangan Minyak Strategis (SPR) Amerika Serikat turun ke level terendah dalam beberapa dekade.
Saat ini, AS hanya memiliki 298,7 juta barel minyak dalam cadangan, angka terendah sejak 1983.
>>> Flock Dikabarkan Tawarkan Ubah 350.000 Uber dan Lyft Jadi Pemindai Plat Nomor
Jumlah tersebut diperkirakan akan terus turun hingga 243 juta barel untuk meredakan gejolak harga minyak akibat perang.
Penyebab Penurunan Cadangan
AS dan Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran pada 28 Februari. Iran merespons dengan menutup Selat Hormuz, jalur air kritis yang mengangkut minyak dunia.
Kecuali gencatan senjata singkat, jalur tersebut praktis ditutup selama berbulan-bulan.
Dampaknya sudah terasa: harga bensin nasional rata-rata mencapai $4,01 per galon, naik 87 sen dibanding tahun lalu.
Di California, pengendara membayar sekitar $5,59 per galon.
Untuk meredakan gejolak, 32 anggota Badan Energi Internasional (IEA) mengumumkan rencana melepas 400 juta barel minyak dari cadangan darurat mereka pada Maret.
>>> Hyundai Dukung Render Baja Santa Fe, Tapi Tak Akan Diproduksi
Sekitar 290 juta barel telah dilepas hingga Juli, tetapi perang dengan Iran masih berlanjut.
Akibatnya, SPR AS turun menjadi 298,7 juta barel.
Menurut CNBC, angka itu turun 6,1 juta barel dalam sepekan terakhir dan kini menjadi yang terendah sejak Januari 1983.
Sebelum perang, AS memiliki sekitar 415 juta barel cadangan. Setelah pelepasan yang diumumkan selesai, diperkirakan hanya tersisa sekitar 243 juta barel.
