Pemerintah Tokyo memberikan subsidi hingga 1,3 juta yen untuk EV dan hybrid. Dengan tumpukan subsidi, Toyota bZ4X yang semula Rp 490 juta bisa didapat Rp 225 juta.
Subsidi ini diharapkan mendorong penjualan EV di Jepang.
Sebab, EV hanya menguasai 1,6 persen pasar mobil baru Jepang pada 2025, terutama karena perbedaan harga dengan mobil berbahan bakar bensin.
Tesla pun bersiap menghadapi lonjakan permintaan.
Perusahaan itu menjual lebih dari 10.000 kendaraan di Jepang pada 2025, melampaui rekor sebelumnya sekitar 5.900 unit pada 2022.
Permintaan semakin cepat pada 2026, dengan sekitar 12.000 kendaraan terjual dalam enam bulan pertama.
Tesla juga menghentikan penjualan model premium seperti Model S untuk fokus pada Model 3 dan Model Y yang lebih massal.
>>> ES 350h & ES 350e: Dua Varian Elektrifikasi The All-New Lexus ES
Untuk mendukung pertumbuhan, Tesla memperluas jaringan pengiriman dari tujuh lokasi menjadi 11 pada akhir tahun. Kapasitas impor juga digandakan menjadi sekitar 48.000 kendaraan per tahun.
