JLR berencana membangun Defender khusus AS dengan Stellantis, berbagi platform dengan Jeep Wrangler untuk menekan biaya dan tarif impor.
Jaguar Land Rover (JLR) tengah menyiapkan model Defender baru yang dirancang khusus untuk pasar Amerika Serikat. Rencana ini melibatkan kemitraan dengan Stellantis, pemilik merek Jeep.
CFO JLR, Richard Molyneux, mengonfirmasi rencana tersebut dalam panggilan pendapatan perusahaan pada 13 Agustus.
>>> Kawasaki Ini Bikin Perjalanan 500 Mil Terasa Mudah Berkat Mesin Inline-Four
Kedua perusahaan telah menandatangani perjanjian eksplorasi pada Mei, dan nota kesepahaman ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.
Langkah ini diambil untuk menghindari tarif impor yang membebani kendaraan JLR yang dijual di AS.
Saat ini, Defender yang dijual di sana diimpor dari Slovakia, sehingga terkena bea masuk 10 persen untuk kendaraan buatan Inggris dan 15 persen untuk yang dikirim dari Uni Eropa.
Mengapa Berbagi Platform dengan Jeep?
Molyneux menjelaskan bahwa JLR tidak menjual cukup banyak kendaraan di AS untuk melokalisasi produksi model yang ada. "Kami menjual sekitar 30.000 Defender di AS setiap tahun.
>>> Genesis G90: Kemewahan Setara Mobil Rp1,6 Miliar dengan Harga Lebih Terjangkau
Kami tidak akan pernah bisa melokalisasi secara efisien pada 30.000 unit, atau bahkan 50.000 unit," ujarnya.
Oleh karena itu, JLR akan meluncurkan model baru di segmen yang belum digarap, dikembangkan dengan nama Defender bersama Stellantis.
Kandidat yang paling mungkin adalah off-roader berbody-on-frame yang berbagi platform dengan Jeep Wrangler.
