Audi Sport masih mengevaluasi masa depan mesin 2.5 turbo 5 silinder. Salah satu cara menyelamatkannya adalah dengan hybrid, seperti yang dilakukan Lamborghini pada V12.
Masa depan mesin 2.5 liter turbo lima silinder Audi masih belum jelas.
Beberapa pernyataan dari perusahaan mengindikasikan mesin ini akan dihentikan, sementara yang lain menyebut akan tetap dipertahankan.
>>> Produsen Baterai China Targetkan Produksi Uji Coba Solid-State 2027, Saingi BYD, CATL, dan Geely
Audi sendiri belum memberikan keputusan final. Tantangan terbesar adalah regulasi emisi Euro 7 yang belum dipenuhi oleh mesin tersebut.
Bos Audi Sport, Rolf Michl, mengakui bahwa mesin ini sangat ikonik dan membuka peluang untuk tetap dipertahankan. "Kami sangat menyadari makna historis dari lima silinder," ujarnya kepada Autocar.
Michl menambahkan bahwa evaluasi masih berlangsung dan ia memiliki hubungan pribadi dengan mesin tersebut. "Ini sangat khas dan berakar dalam sejarah – jadi kita lihat saja," katanya.
>>> GAC Aion Ray 7 Resmi Meluncur, Siap Saingi Xiaomi SU7 dengan Teknologi Huawei
RS3 Penting sebagai Pintu Masuk RS
Menurut Michl, RS3 berperan penting sebagai pintu masuk ke dunia RS. "Emosi dimulai dari segmen kompak," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa negosiasi mengenai generasi berikutnya RS3 masih berlangsung. "Kami belum berada di titik keputusan," tambahnya.
>>> BYD Fang Cheng Bao Formula S Mulai Terima Pemesanan di China
Salah satu cara untuk mempertahankan mesin lima silinder adalah dengan menghibridisasi, seperti yang dilakukan Lamborghini pada V12 6.5 liter.
Penambahan sistem hybrid pada RS3 bisa membuatnya lebih bertenaga.
Namun, Audi mungkin kesulitan membenarkan pengembangan mesin hybrid baru hanya untuk satu model seperti RS3 yang tidak terjual dalam jumlah besar.
>>> AS Siap Turunkan Tarif Mobil Kanada dari 25 ke 15 Persen
Solusinya adalah dengan menawarkan mesin ini di lebih banyak model untuk menyebar biaya pengembangan.
