otomotif1.com

Hyundai Capai Kesepakatan dengan Pekerja yang Khawatir Robot Menggantikan Mereka

Hyundai Capai Kesepakatan dengan Pekerja yang Khawatir Robot Menggantikan Mereka
Hyundai Capai Kesepakatan dengan Pekerja yang Khawatir Robot Menggantikan Mereka

Hyundai dilaporkan mencapai kesepakatan dengan pekerja di Korea setelah aksi mogok. Kenaikan gaji, bonus, dan kekhawatiran robot menjadi isu utama.

Ukuran teks

Hyundai dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan serikat pekerja di Korea. Kesepakatan ini muncul setelah aksi mogok satu hari penuh serta serangkaian mogok dua jam.

Para pekerja akan menerima kenaikan gaji pokok bulanan serta peningkatan tunjangan. Menurut Yonhap News Agency, gaji pokok bulanan naik sebesar 100.000 won (sekitar Rp1,2 juta).

>>> Geely Kembangkan Arsitektur 1000V untuk Pengecasan Lebih Cepat dari 5,5 Menit

Selain itu, karyawan juga akan menerima bonus kinerja dan 15 lembar saham.

Ada pula tambahan tunjangan liburan musim panas sebesar 200.000 won dan 500.000 won dalam bentuk 'poin kesejahteraan'.

>>> G-Class Seharga Rp56 Miliar Karya Carlex, Bagian Termahal Justru di Atap

Publikasi tersebut juga mengisyaratkan kenaikan usia pensiun wajib. Sebelumnya, usia pensiun ditetapkan 60 tahun, namun angka baru belum diumumkan.

Hyundai juga berencana menambah perekrutan. Sebanyak 200 posisi produksi baru akan dibuka pada 2027, dan 300 posisi lagi pada tahun berikutnya.

Aksi mogok ini merupakan yang pertama dalam satu dekade terakhir. Para pekerja melakukan mogok total selama 60 jam, yang mengakibatkan jalur produksi berhenti selama 120 jam.

>>> Dreame Tutup Divisi Mobil, Gagal Jual Satu Unit pun

Penggunaan robot menjadi salah satu pemicu mogok. Hyundai sebelumnya mengumumkan rencana menggunakan robot Atlas di Metaplant America pada 2028.

Robot awalnya akan membantu tugas penyortiran komponen, namun perusahaan yakin robot dapat melakukan perakitan komponen pada 2030. Hal ini memicu kekhawatiran robot akan menggantikan pekerja manusia.

>>> Mitsubishi Siapkan Pikap Baru untuk Amerika, Dikembangkan Bersama Nissan

Hyundai tampaknya meredakan kekhawatiran tersebut dengan berjanji untuk 'secara transparan membagikan kemajuan bisnis dan teknologi baru di masa depan'.

Update Terbaru

Lihat semua