International Battery Summit 2026 di Jakarta dorong peran baterai melampaui EV—fokus BESS, energi terbarukan & kolaborasi global. Simak pernyataan narasumber lengkapnya di sini.
Kolaborasi & Pembangunan Ekosistem Terintegrasi

Niko Chandra, Ketua Id Battery dan Wakil Ketua IBS 2026 menegaskan pentingnya koneksi erat dengan pelaku luar negeri:
“Pengembangan ekosistem baterai Indonesia membutuhkan keterhubungan yang semakin kuat antara pelaku nasional dan global. Kita tidak hanya perlu membangun kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat akses terhadap teknologi, pengetahuan, investasi, dan pengalaman industri dari negara-negara yang telah lebih dahulu mengembangkan ekosistem baterai dan kendaraan listrik.”
Sementara itu Reynaldi Istanto, Direktur Kemitraan Strategis & Pengembangan Industri NBRI menambahkan bahwa rantai nilai yang utuh dan kerja sama lintas sektor adalah kunci:
“Ekosistem baterai Indonesia tidak dapat dibangun oleh satu sektor atau satu organisasi saja. Kemitraan strategis antara industri, pemerintah, akademisi, investor, dan pemangku kepentingan internasional menjadi penting untuk mempercepat pengembangan industri dan membangun ekosistem yang kompetitif. Yang perlu kita bangun bukan hanya kapasitas produksi, tetapi juga koneksi antara riset, teknologi, investasi, manufaktur, dan pasar di sepanjang rantai nilai baterai.”
Melalui IBS 2026, langkah Indonesia kini beralih dari sekadar membangun kapasitas produksi menuju penguasaan kemampuan dan keunggulan kompetitif jangka panjang—menempatkan baterai dan penyimpanan energi sebagai tulang punggung mobilitas serta sistem kelistrikan masa depan. (*) [sny]
