Polestar masih mencari tahu alasan larangan penjualan di AS, sementara Volvo mendapat pengecualian. Padahal keduanya berbagi platform dan pabrik.
Dua bulan telah berlalu sejak Departemen Perdagangan AS memberi tahu Polestar bahwa mereka dilarang menjual mobil baru di negara itu setelah model tahun 2027.
Keputusan itu mengejutkan pabrikan mobil listrik asal Swedia yang masih mencoba mencari tahu mengapa mereka terkena larangan sementara Volvo tidak.
>>> NSX Milik Ayrton Senna Dilelang 31 Oktober, Harga Capai Rp 17 Miliar
Kedua merek tersebut dimiliki oleh Geely asal China, sehingga keduanya membutuhkan keringanan untuk bisa beroperasi di AS.
Dalam surat yang baru-baru ini dibagikan ke dealer-dealer AS, kepala produk Polestar untuk AS, Peter Wexler, mengatakan pihaknya masih mencari penjelasan dari Departemen Perdagangan.
Larangan tersebut terkait dengan aturan teknologi kendaraan terhubung yang pertama kali diberlakukan oleh pemerintahan Biden.
Menurut Polestar, mereka sebelumnya berharap mendapatkan keringanan yang memungkinkan mereka melanjutkan penjualan lokal.
>>> Mitsubishi Triton Savana Sertões Meluncur, Bawa Sekop dan Perlengkapan Off-Road
"Intinya, kami saat ini fokus untuk mendapatkan perhatian (Departemen Perdagangan) untuk memperoleh informasi yang diminta dan memahami dasar penolakan tersebut," tulis Wexler dalam surat yang dilihat The Wall Street Journal.
Sempat Diberi Sinyal Disetujui
Wexler menambahkan bahwa setelah Polestar menjawab beberapa putaran pertanyaan tahun lalu, pejabat Departemen Perdagangan AS mengatakan mereka bersiap memberikan persetujuan untuk terus menjual EV di pasar lokal.
Pimpinan Polestar juga dilaporkan diberi tahu oleh Wakil Menteri untuk Industri dan Keamanan, Jeffrey Kessler, bahwa jika Volvo disetujui, maka wajar untuk mengharapkan Polestar juga mendapat keringanan.
