Land Rover menunda peluncuran Defender listrik hingga 2030-an karena model bensin masih laris. Rencana baby Defender tetap berjalan dengan dukungan hybrid.
Land Rover dikabarkan menunda peluncuran generasi baru Defender listrik hingga awal 2030-an. Penundaan ini terjadi karena model bermesin bensin saat ini masih sangat laris di pasar.
Menurut laporan The Times, keputusan ini diambil di tengah tekanan untuk memangkas biaya, termasuk dampak tarif impor dari Amerika Serikat.
>>> Li Auto Siap Luncurkan Mega MPV Terbaru pada 2 September dengan Kursi Putar dan Lampu Langit-langit
Padahal sebelumnya, Defender listrik dijadwalkan hadir dalam beberapa tahun ke depan.
Jaguar Land Rover (JLR) disebut merasa tidak perlu terburu-buru mengganti Defender yang diluncurkan pada 2019.
>>> Lexus RX Morizo RR Siap Tantang BMW X5 M dengan Tenaga 600 HP
Model ini masih tergolong segar dan penjualannya mencapai sekitar 110.000 unit per tahun, atau sepertiga dari total volume JLR.
Arsitektur Belum Mendukung
JLR sebelumnya menyatakan arsitektur Defender saat ini tidak dapat mendukung versi listrik penuh. Oleh karena itu, platform baru diperlukan untuk menghadirkan Defender EV.
Penundaan ini tidak memengaruhi rencana baby Defender yang dinanti-nantikan.
>>> Honda Ancam Batal Bangun Pabrik Baru di Amerika Utara Jika Kesepakatan Dagang Gagal
Model kompak berbasis platform EMA itu awalnya direncanakan hanya sebagai EV, tetapi kini arsitekturnya dimodifikasi untuk mendukung hybrid.
Menariknya, baby Defender hybrid tidak akan menggunakan plug-in hybrid, melainkan sistem hybrid tradisional. Perubahan ini terjadi seiring pergeseran permintaan konsumen dari EV ke hybrid di sejumlah pasar.
>>> Toyota Corolla 60th Anniversary Eropa Hadir dengan Warna Eksklusif Boreal Blue
Defender saat ini dirakit di Slovakia dan dikenai tarif 15 persen saat diimpor ke Amerika Serikat. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan JLR dalam mengatur strategi produknya.
