BMW mencatatkan pengiriman 2 juta mobil listrik murni secara global. Eropa menjadi pendorong utama dengan lonjakan penjualan, sementara pasar AS justru lesu.
Setengah dari pesanan keluarga X3 di Eropa sudah untuk versi listrik. Desainnya yang segar disebut lebih menarik dibandingkan versi bermesin bensin.
Keluarga Neue Klasse Berkembang
Produksi seri BMW i3 baru (generasi 3-series) telah dimulai di Munich bulan ini. BMW melaporkan permintaan awal yang kuat menjelang peluncuran pasarnya.
Selain itu, BMW X5 baru akan memiliki varian listrik untuk pertama kalinya, yang akan hadir di dealer pada musim semi 2027.
>>> BYD Capai 10.000 Stasiun Flash Charging, Target 20.000 pada 2026
Pasar AS Lesu
Berbeda dengan Eropa, penjualan mobil listrik di AS justru menurun.
Penjualan EV industri AS turun lebih dari 20 persen pada kuartal kedua setelah insentif pajak federal dihapus, sehingga pangsa pasar EV hanya sekitar 6 persen.
Data BMW menunjukkan penjualan kendaraan elektrifikasi (EV dan hybrid) di Amerika Utara turun 18,1 persen pada Q2, sementara PHEV tumbuh 22,9 persen.
Penjualan BMW iX, misalnya, turun hampir 50 persen year-to-date.
Cox Automotive memperkirakan penjualan EV BMW di AS turun 56 persen year-to-date.
Namun, kehadiran iX3 baru dan iX5 yang akan datang diharapkan dapat membantu meningkatkan penjualan EV BMW di AS.
>>> Koenigsegg Gemera Pertama di Dunia Senilai Rp48 M Lebih Hancur Kaca Depannya di Kopenhagen
Dengan demikian, cerita elektrifikasi BMW akan sangat berbeda antara Eropa dan Amerika. Eropa menjadi pasar yang paling menjanjikan, sementara AS masih menghadapi tantangan.
