Ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden yang bersaing di Pemilu 2024 telah menawarkan program transportasi umum walaupun dalam penyebutan berbeda.
Infrastruktur dan Simpul Konektivitas Indonesia. Melanjutkan pemerataan dan meningkatkan nilai tambah dari infrastruktur yang telah terbangun dengan menggerakkan ekonomi rakyat di seluruh simpul konektivitas di Indonesia yang sudah terhubung satu sama lain.
Logistik Murah. Mengintegrasikan peta jalan industri dan logistik, mengharmonisasikan pelaksanaan sistem logistik nasional hingga ke tingkat desa, serta optimalisasi Sea Lines of Communication (SLoc) dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sebagai jalur perdagangan internasional.
4T Terintegrasi (Tempat tinggal – Tempat kerja – Trotoar – Transportasi publik). Menghubungkan tempat tinggal dan tempat kerja dengan sarana transportasi yang masif, nyaman, murah, dan tepat waktu disertai penyediaan trotoar yang ramah pejalan kaki.
Perbatasan dan 3T Sebagai Koridor Strategis. Memperkuat SDM, program afirmasi, akselerasi infrastruktur, energi, pangan, air bersih, serta menjadikan wilayah perbatasan dan 3T (tertinggal, terpencil, terluar) sebagai koridor strategis Pembangunan nasional.
Rumah Kita — 10 Juta Hunian. Pembangunan hunian baru atau renovasi seperti rumah sederhana, rusunami, rusunawa, disertai ketersediaan lahan yang strategis dan terjangkau dari pusat perekonomian serta transportasi umum, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah, pekerja sektor informal, buruh, dan anak muda dengan skema pembiayaan yang mudah dan murah.
Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca dengan pemangkasan polusi udara dari emisi kendaraan. Pengelolaan Lingkungan Hidup Berkelanjutan dengan pengembangan kota hijau. Adaptasi dan Mitigasi Krisis Iklim transportasi umum yang nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
