Tempat ini menjadi destinasi wisata yang menawarkan keindahan bangunan bergaya arsitektur Eropa abad ke-17.
Konon, sejak abad ke-15, kawasan tersebut pernah dijadikan jalur perdagangan di Pulau Jawa karena lokasinya berada di daerah pesisir selatan Jawa.
Perdagangan di kawasan tersebut semakin berkembang hingga abad ke-17, tatkala Zheng He atau Laksamana Cheng Ho, seorang utusan Kaisar Cina, pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Jawa.
Lokasinya yang strategis lantaran berdekatan dengan pelabuhan yang dijadikan tempat singgah menjadikan tempat ini sebagai pusatnya perdagangan rempah-rempah bagi para pedagang yang berasal dari Cina dan Arab.
Dari aktivitas perdagangan inilah, kota tua itu menjadi tempat percampuran budaya antara Cina, India, Arab, dan Eropa.***
