otomotif1.com

BYD Pertahankan Baterai Blade Generasi Kedua, Sebut Suhu 70°C Bukan Lagi Hambatan

BYD Blade Battery generasi kedua
Sun Huajun, CEO of BYD Battery division. Credit: Sohu

CTO BYD Battery, Sun Huajun, membela teknologi baterai Blade generasi kedua dan klaimnya mampu mengatasi suhu tinggi 70°C tanpa masalah.

Ukuran teks

Sun Huajun, Chief Technology Officer (CTO) divisi baterai BYD, membela inovasi terbaru perusahaan, yaitu Baterai Blade generasi kedua.

Ia secara khusus menanggapi keraguan industri mengenai kemampuan baterai tersebut dalam menghadapi suhu tinggi, terutama klaim bahwa suhu 70°C menjadi batas yang tidak dapat diatasi.

Menurut Sun, kekhawatiran mengenai suhu tinggi yang dapat merusak material baterai, seperti SEI film, merupakan pandangan yang didasarkan pada pengalaman lama.

Ia menegaskan bahwa setiap peningkatan kecepatan pengisian daya, dari 1C hingga 5C, selalu disambut dengan skeptisisme serupa.

"70°C hanyalah batas kognitif di masa lalu," ujar Sun dalam sebuah wawancara mendalam dengan 36kr Auto.

Ia menjelaskan bahwa desain simetris dan sistem pendinginan permukaan ganda pada Baterai Blade memberikan keuntungan inheren dalam manajemen panas.

BYD telah mengoptimalkan dimensi baterai untuk mengurangi resistansi internal dan memastikan distribusi suhu yang merata.

Sun menambahkan bahwa perusahaan telah melakukan lebih dari 1.000 siklus pengisian daya penuh dan simulasi perjalanan jarak jauh ekstrem untuk memverifikasi keandalannya sebelum produksi massal.

Performa Pengisian Daya Kilat

Baterai Blade generasi kedua BYD menawarkan metrik kinerja yang mengesankan, terutama dalam hal kecepatan pengisian daya.

Dengan menggunakan tumpukan pengisian daya 1500kW, baterai ini diklaim mampu mengisi daya dari 10% hingga 97% hanya dalam waktu sembilan menit.

Bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem dingin, seperti -30°C, baterai ini hanya membutuhkan waktu tiga menit lebih lama untuk mengisi daya dari 20% hingga 97% dibandingkan pada suhu ruangan.

Untuk mendukung teknologi ini, BYD meluncurkan strategi “Flash Charge China”, yang bertujuan untuk membangun 20.000 stasiun pengisian daya kilat di seluruh negeri pada akhir tahun ini.

Hingga 6 Mei, perusahaan telah menyelesaikan pembangunan 5.924 stasiun.

Menepis Klaim 'High-End'

Sun Huajun juga menanggapi tajam klaim dari pesaing, seperti CATL, yang menyatakan bahwa penggunaan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) pada kendaraan dengan harga di atas 250.000 yuan (sekitar 36.800 USD) merupakan sebuah "penurunan kelas" atau downgrade.

Ia mencontohkan Yangwang U9, sebuah supercar berperforma tinggi yang harganya melebihi 10.000.000 yuan (sekitar 1,47 juta USD), yang menggunakan teknologi LFP untuk mencapai akselerasi dan pengendalian tingkat elit.

"Siapa yang mendefinisikan apa itu 'high-end'?" tanya Sun.

Ia melanjutkan, "Apakah itu pemasok baterai yang menarik garis berdasarkan kepadatan energi, atau konsumen berdasarkan penanganan, kenyamanan, kecepatan pengisian daya, dan keamanan jangka panjang?"

Sun menegaskan filosofi BYD bahwa "Keamanan adalah kemewahan tertinggi."

Ia berpendapat bahwa definisi 'high-end' seharusnya tidak hanya didasarkan pada spesifikasi teknis baterai, tetapi juga pada pengalaman pengguna dan kemampuan rekayasa otomotif.

Prospek dan Strategi Masa Depan

Meskipun mengakui kepadatan energi LFP saat ini berkisar antara 130 hingga 140 Wh/kg, Sun Huajun menyatakan keyakinannya bahwa masih ada ruang signifikan untuk pertumbuhan teknologi ini.

BYD terus mengeksplorasi berbagai jalur pengembangan, termasuk baterai ion natrium, baterai solid-state, dan teknologi anoda "bebas litium", untuk memperdalam pemahaman mereka tentang elektrokimia.

Sun percaya bahwa teknologi pengisian daya kilat akan meningkatkan hambatan masuk bagi industri. "Siapa pun bisa melakukan pengisian daya 1C atau 2C," katanya.

"Tetapi melakukannya dalam waktu kurang dari sepuluh menit membutuhkan penelitian elektrokimia mendalam dan rekayasa sistemik yang tidak dapat dicapai semua orang dalam jangka pendek."

Dengan demikian, BYD memposisikan teknologi baterai terbarunya tidak hanya sebagai solusi yang aman dan efisien, tetapi juga sebagai standar baru yang menantang bagi industri kendaraan listrik secara keseluruhan.

Update Terbaru

Lihat semua