Pemilik Denza Z9 GT EV di Tiongkok mengungkapkan biaya penggantian baterai BYD Blade 2.0 LFP mencapai 78.700 yuan atau sekitar Rp 170 juta.
Sebuah informasi mengejutkan datang dari pemilik kendaraan listrik (EV) Denza Z9 GT di Tiongkok.
Ia mengungkapkan bahwa biaya penggantian baterai BYD Blade 2.0 LFP untuk mobilnya hanya berkisar 78.700 yuan, atau setara dengan sekitar 11.600 dolar AS.
Angka ini merujuk pada paket baterai berkapasitas 122,5 kWh, yang merupakan salah satu pilihan untuk varian teratas Denza Z9 GT EV.
Informasi ini muncul setelah kendaraan tersebut mengalami kerusakan di bagian bawah akibat tabrakan, sehingga mengharuskan penggantian unit baterai.
Denza Z9 GT sendiri merupakan model grand tourer yang baru saja diperbarui, tersedia dalam pilihan trim PHEV dan EV.
Harga ritelnya berkisar antara 269.800 hingga 369.800 yuan (sekitar Rp 595 juta hingga Rp 815 juta).
Model EV-nya diklaim mampu menempuh jarak hingga 1036 km berdasarkan standar CLTC.
Teknologi pengisian daya cepat BYD Flash Charging juga disematkan pada Z9 GT, yang diklaim mampu mengisi daya dari 10% hingga 70% hanya dalam 5 menit, dan dari 10% hingga 97% dalam 9 menit.
Bahkan, performa pengisian daya diklaim hanya melambat 3 menit pada suhu ekstrem -30°C.
Informasi mengenai biaya penggantian baterai ini dibagikan oleh pemilik melalui platform media sosial Weibo.
Ia mengklaim bahwa kutipan harga tersebut berasal dari dealer resmi Denza dan belum termasuk biaya komponen habis pakai serta ongkos tenaga kerja.
Jika dihitung berdasarkan kapasitasnya, harga baterai tersebut setara dengan 642 yuan per kWh, atau sekitar 94 dolar AS per kWh.
Angka 78.700 yuan juga mencakup sekitar 21% dari total harga ritel Denza Z9 GT.
BYD sendiri menempati posisi kedua dalam daftar produsen baterai EV terbesar di Tiongkok, di bawah CATL.
Posisi ini memberikan keuntungan bagi BYD dalam menekan biaya produksi baterai untuk kendaraan mereka sendiri.
Sebagai perbandingan, seorang pemilik Denza N7 membagikan pengalamannya terkait penggantian baterai.
Untuk baterai LFP berkapasitas 91 kWh pada Denza N7, kutipan harga yang diterima adalah 84.290 yuan (sekitar 12.400 dolar AS).
Denza N7 sendiri merupakan SUV EV berukuran menengah dengan harga jual antara 259.800 hingga 289.800 yuan (sekitar Rp 570 juta hingga Rp 638 juta).
Dalam kasus Denza N7, penggantian baterai tersebut ditanggung oleh garansi tanpa biaya bagi pemiliknya. Namun, harga baterai pengganti itu sendiri mencapai 29% dari harga ritel SUV tersebut.
Perlu dicatat bahwa Denza N7 tidak mendukung teknologi Flash Charging, dan belum ada pembaruan model yang diumumkan.
Baterai pada Z9 GT merupakan generasi yang lebih baru dibandingkan N7, menawarkan teknologi yang lebih maju dan kapasitas yang lebih besar.
Namun, harga pengganti baterai Z9 GT yang lebih besar dan lebih canggih justru lebih rendah daripada N7.
Hal ini kemungkinan besar merupakan hasil dari kemajuan BYD dalam manufaktur baterai dan pengendalian biaya.
Data dari China EV Datatracker menunjukkan bahwa BYD sedang menghadapi penurunan penjualan selama delapan bulan berturut-turut di pasar domestik.
Peningkatan teknologi dan penurunan harga baterai bisa menjadi strategi kunci untuk membalikkan tren tersebut.
Denza juga telah mengumumkan rencana peluncuran Z9 GT di Eropa, dengan harga pra-penjualan sekitar 115.000 euro (sekitar Rp 1,9 miliar).
Diperkirakan BYD akan memanfaatkan keunggulan biaya produksinya untuk bersaing dengan produsen mobil Eropa tradisional.
