Layanan kepemilikan bersama di Jepang memungkinkan lima orang memiliki satu supercar bekas. Mereka hanya membayar depresiasi, bukan harga penuh, dan bisa mengemudi hingga 50 hari setahun.
Sebuah layanan di Jepang memungkinkan lima orang memiliki satu supercar bekas secara bersama. Para pemilik bersama hanya membayar depresiasi mobil, bukan harga penuhnya.
Setiap anggota dapat mengemudikan mobil eksotis tersebut hingga 50 hari dalam setahun.
Membeli supercar, bahkan yang bekas, adalah hobi yang sangat mahal. Sebuah perusahaan Jepang menawarkan solusi bagi penggemar muda yang tetap ingin merasakannya.
Idenya sederhana: hindari kepemilikan penuh, kumpulkan teman, dan bagi mobil di antara mereka.
Layanan berbagi mobil bernama Rendez-Vous ini bekerja sedikit berbeda. Sekelompok lima orang tidak membagi total biaya supercar menjadi lima bagian.
Sebaliknya, mereka membayar untuk memiliki mobil bersama selama satu tahun, dan hanya membagi depresiasi yang diperkirakan selama 12 bulan tersebut secara merata.
Kanji Hiraiwa, 24 tahun, adalah salah satu pengguna layanan ini. Ia dapat menyebut dirinya sebagai pemilik bersama Ferrari 360 Modena bekas untuk tahun depan.
Melalui layanan ini, setiap pemilik bersama berhak menggunakan kendaraan selama 50 hari setahun. Biaya yang sudah termasuk adalah parkir, perawatan, asuransi, dan semua pajak yang berlaku.
Rendez-Vous hanya menangani mobil bekas, membeli kendaraan sebelum menambahkannya ke armada. Model yang tersedia mulai dari mobil klasik tahun 1950-an hingga mobil sport dan supercar modern.
Layanan ini terbukti sangat populer di kalangan penggemar muda di Jepang dan telah memiliki daftar tunggu sekitar 3.500 orang.
Supercar dengan Biaya Lebih Rendah
“Biaya kepemilikan mobil terlalu tinggi bagi orang berusia 20-an,” kata perwakilan Rendez-Vous, Ryota Asaoka. “Harapan kami adalah mengurangi beban finansial sebanyak mungkin agar mereka bisa menikmati mengemudi mobil.”
Ini adalah ide yang menarik dan bisa menjadi cara yang baik bagi pengemudi muda untuk mengendarai supercar impian mereka tanpa menghabiskan uang muka rumah.
Layanan seperti ini juga dapat membantu melawan penurunan minat kepemilikan mobil di Jepang.
Sebuah survei baru-baru ini mengungkapkan bahwa 33 persen orang berusia 20 tahun di Jepang tidak tertarik memiliki mobil.
Studi terpisah oleh Toyota mencatat bahwa biaya mobil dan perawatan menjadi alasan utama orang enggan memiliki mobil secara tradisional.
