otomotif1.com

Rivian Yakin Voice Control Lebih Baik dari Tombol Fisik di Kabin

Interior Rivian R2 dengan sistem kontrol suara
Interior Rivian R2 dengan sistem kontrol suara

Rivian tetap pada pendiriannya bahwa kontrol suara adalah antarmuka utama yang lebih baik dibanding tombol fisik, meski beberapa pabrikan lain mulai kembali ke tombol.

Ukuran teks

Rivian tidak berniat mengikuti tren pengembalian tombol fisik di kabin.

Pabrikan EV asal Amerika Serikat itu justru semakin percaya bahwa sistem kontrol suara berbasis AI adalah cara terbaik untuk mengoperasikan berbagai fungsi kendaraan.

Dalam wawancara dengan The Verge, Chief Software Officer Rivian sekaligus co-CEO joint venture Rivian dan VW, Wassym Bensaid, menegaskan bahwa voice assistant baru mereka bisa menjadi antarmuka utama.

“Saya sangat percaya bahwa suara memiliki kesempatan untuk menjadi antarmuka utama di dalam mobil,” ujar Bensaid.

Menurutnya, tombol fisik boleh ada tetapi tidak boleh menjadi cara utama berinteraksi dengan mobil.

“Ada lebih banyak hal yang bisa dilakukan dengan suara karena Anda bisa melakukan lebih dari satu fungsi. Anda tidak perlu repot dengan begitu banyak fungsi,” tambahnya.

Rivian Assistant: Lebih dari Sekadar Perintah Suara

Rivian mulai meluncurkan asisten bertenaga AI untuk model R1 pada pertengahan Mei.

Sistem ini dibangun di atas fondasi AI multimodal bersama dan mampu mengontrol fungsi inti kendaraan, termasuk HVAC.

Berbeda dengan sistem kompetitor, Rivian Assistant berjalan di sistem infotainment berbasis Android milik Rivian sendiri.

Sistem ini tidak mendukung Android Auto atau Apple CarPlay, sehingga asisten AI bekerja mulus di layar apa pun yang sedang ditampilkan.

Rivian mengklaim bahwa pendekatan yang mereka tawarkan lebih bersifat percakapan dibanding sistem asisten suara tradisional.

Contohnya, pengguna tidak perlu mengatakan “Buka frunk,” cukup dengan “Saya punya tas di depan mobil,” maka sistem akan otomatis membuka frunk.

Bensaid juga mengungkapkan bahwa pada model R2, tidak ada tombol HVAC tradisional.

Sebagai gantinya, tersedia scroll wheel besar di setir yang bisa digunakan untuk menyesuaikan pengaturan seperti kecepatan kipas dengan cepat.

Meski bukan tombol, solusi ini dinilai lebih baik daripada mengetuk ikon kecil di layar sentuh.

Menurut Rivian, satu-satunya alasan pengemudi dan konsumen tidak berinteraksi dengan mobil melalui suara selama ini adalah karena teknologinya rusak.

Kini, dengan asisten baru, mereka yakin pengalaman berkendara bisa ditingkatkan ke level berikutnya.

Beberapa pabrikan seperti VW, Audi, Mercedes-Benz, dan Hyundai memang sudah kembali ke tombol fisik setelah mendengar keluhan konsumen.

Namun Rivian tampak tidak tergoyahkan. “Tombol bisa ada, tetapi seharusnya bukan cara utama Anda berinteraksi dengan mobil,” tegas Bensaid.

Update Terbaru

Lihat semua