otomotif1.com

Xiaomi Hadapi Tekanan Target 550.000, Kontroversi Stok YU7 Picu Dorongan EREV "Xuntian"

Xiaomi YU7 SUV
Xiaomi YU7 sales in China. Credit: China EV DataTracker

Xiaomi Auto menghadapi tekanan target pengiriman 550.000 kendaraan pada 2026 di tengah kontroversi stok YU7. Perusahaan bersiap meluncurkan SUV EREV di bawah merek Xuntian untuk memperluas pasar.

Ukuran teks

Xiaomi Auto tengah menghadapi sorotan setelah pendiri dan CEO Lei Jun mengungkapkan bahwa sejumlah terbatas kendaraan YU7 tersedia untuk pengiriman segera.

Hal ini memicu spekulasi daring bahwa SUV tersebut kehilangan momentum.

Namun, data penjualan dan rencana produk Xiaomi menunjukkan perusahaan sedang mempersiapkan fase pertumbuhan berikutnya, bukan mengelola stok yang tidak terjual, demikian laporan 36kr.

Stok YU7 Berasal dari Pesanan Dibatalkan

Kontroversi dimulai setelah Lei Jun mengatakan beberapa kendaraan YU7 dapat dikirim dalam hitungan jam. Komentator daring menafsirkan ketersediaan itu sebagai bukti permintaan yang lemah.

Platform pemesanan kendaraan Xiaomi menunjukkan gambaran berbeda.

Stok pengiriman cepat terdiri dari kendaraan jadi dari pesanan yang dibatalkan, kendaraan yang diidentifikasi Xiaomi sebagai transaksi abnormal, dan kendaraan yang tidak dapat diambil pelanggan.

Perusahaan juga menawarkan kategori terpisah kendaraan "quasi-new" yang mengalami kerusakan transportasi ringan sebelum registrasi dan dijual dengan pengungkapan perbaikan penuh.

Kemunculan kendaraan stok bukanlah hal baru.

Pada bulan Mei, Xiaomi mengumumkan bahwa beberapa unit stok YU7 dapat dikirim dalam waktu dua jam, peningkatan dramatis dari masa tunggu awal 33–56 minggu tergantung varian.

Saat itu, Xiaomi mengaitkan waktu tunggu yang lebih pendek dengan peningkatan kapasitas produksi dan ketersediaan kendaraan stok yang ada, bukan perubahan luas dalam kondisi permintaan.

Stok tetap terbatas, dan pesanan YU7 reguler masih memiliki masa tunggu sekitar 6 hingga 9 minggu.

Penjualan Normal Setelah Lonjakan Peluncuran

YU7 mengalami permintaan luar biasa setelah peluncuran, mirip dengan sedan SU7 sebelumnya. Saat antusiasme awal mereda, pengiriman menurun dari level puncak, memicu klaim bahwa SUV tersebut kehilangan momentum.

Data penjualan domestik menunjukkan tingkat normalisasi tersebut.

Penjualan YU7 turun dari 37.869 unit pada Januari 2026 menjadi 20.196 pada Februari, 13.558 pada Maret, dan 9.876 pada April, menurut China EV DataTracker.

Meskipun menurun dari level tertinggi periode peluncuran, model tersebut tetap menjadi salah satu kontributor volume inti Xiaomi Auto.

Kinerja penjualan Xiaomi Auto secara lebih luas tetap substansial.

Penjualan domestik mencapai 36.702 kendaraan pada April 2026, naik 71,2% dari Maret dan mewakili pangsa pasar 2,6%.

Perusahaan juga melaporkan pengiriman lebih dari 30.000 kendaraan pada bulan Mei.

Peluncuran terbaru telah membantu mendiversifikasi permintaan.

YU7 GT performance SUV memasuki pasar dengan harga mulai USD 57.300, sementara model tersebut juga mencatat rekor lap Nürburgring untuk SUV sebelum debut komersialnya.

SUV Kunlun Bisa Perluas Xiaomi di Luar Penggemar EV

Foto mata-mata dan laporan industri menunjukkan Xiaomi sedang mempersiapkan tiga SUV listrik jarak jauh (EREV) di bawah program internal Kunlun.

Kendaraan tersebut diharapkan menargetkan pembeli keluarga arus utama, bukan pelanggan EV yang berfokus pada performa.

Teknologi EREV menggabungkan drivetrain baterai-listrik dengan generator bertenaga bensin, memungkinkan jangkauan berkendara lebih panjang sambil mempertahankan propulsi listrik.

Arsitektur ini mengatasi masalah pengisian daya di wilayah dengan infrastruktur pengisian cepat yang tidak merata.

Penampakan terbaru prototipe Kunlun yang disamarkan menunjukkan Xiaomi bergerak melampaui portofolio listrik murni saat ini.

Pengamat industri juga menunjuk pada pendaftaran nama "Xuntian" oleh Xiaomi, yang berpotensi menandakan merek terpisah yang didedikasikan untuk model EREV.

Produk Baru Hadir Saat Xiaomi Kejar Target Pertumbuhan Ambisius

Ekspansi yang akan datang terjadi saat Xiaomi berusaha memenuhi target pengiriman 550.000 kendaraan pada 2026.

Berdasarkan angka bulanan yang dilaporkan, perusahaan mengirimkan sekitar 140.000 hingga 150.000 kendaraan selama lima bulan pertama tahun ini.

Tekanan finansial tetap signifikan. Xiaomi sebelumnya mengungkapkan bahwa bisnis otomotifnya merugi sekitar USD 5.600 per kendaraan selama kuartal pertama 2026.

Pada saat yang sama, perusahaan terus berinvestasi besar dalam pengembangan produk dan perluasan skala manufaktur.

Perhatian baru-baru ini seputar kebakaran SU7 Ultra juga menyoroti pengawasan yang dihadapi merek tersebut.

Xiaomi menyatakan bahwa data baterai dari insiden tersebut menunjukkan baterai tidak gagal sebelum kebakaran, menurut informasi yang dirilis setelah penyelidikan internal.

Update Terbaru

Lihat semua