GM Defense dan Lockheed Martin menandatangani nota kesepahaman untuk mempercepat produksi senjata dan pertahanan, memanfaatkan kemampuan manufaktur GM.
GM Defense dan Lockheed Martin resmi menjalin kemitraan baru yang difasilitasi oleh pemerintah Amerika Serikat. Kerja sama ini bertujuan mempercepat pengiriman senjata dan kemampuan pertahanan kritis.
Nota kesepahaman ditandatangani atas dorongan Pentagon yang ingin melibatkan produsen otomotif dalam industri militer. GM pun merespons dengan menggandeng Lockheed Martin.
Fokus pada Manufaktur dan Produksi
Kemitraan ini akan menggabungkan pengetahuan militer Lockheed dengan keahlian teknik dan manufaktur GM.
Langkah awal akan mengeksplorasi cara mempercepat kesiapan produksi dan menerapkan pendekatan manufaktur komersial untuk mendukung kebutuhan pertahanan.
GM menyebutkan tiga tujuan utama: memperkuat rantai pasokan pertahanan, memajukan kemampuan manufaktur dan desain, serta mengevaluasi peluang memperluas kapasitas produksi melalui infrastruktur komersial.
Lockheed Martin COO Frank St. John menekankan bahwa keamanan Amerika tidak hanya bergantung pada pengembangan teknologi canggih, tetapi juga kemampuan memproduksinya dengan cepat, andal, dan dalam skala besar.
GM menambahkan bahwa kolaborasi ini mencerminkan meningkatnya permintaan akan kapasitas produksi, ketahanan rantai pasokan, dan kelincahan manufaktur di sektor pertahanan.
Persenjataan AS telah tertekan oleh konflik seperti perang di Ukraina dan Iran. Lockheed, yang terkenal dengan pesawatnya, juga memproduksi rudal Patriot yang banyak digunakan dalam pertempuran tersebut.
Presiden GM Defense Steve duMont mengatakan kedua perusahaan akan mengidentifikasi proyek awal untuk dikerjakan bersama dalam beberapa minggu mendatang.
Detail lebih lanjut masih belum diungkapkan.
