otomotif1.com

GMC Sierra EV Denali Kalahkan Ford F-250 Power Stroke dalam Uji Tarik 7.000 Pon

GMC Sierra EV Denali sedang menarik trailer
Interior GMC Sierra Denali Ultimate 2027 dengan banyak layar digital

GMC Sierra EV Denali berhasil mengungguli Ford F-250 Super Duty bermesin diesel Power Stroke dalam uji tarik beban 7.000 pon. Hasil ini menandai perubahan penting dalam persaingan antara truk listrik dan diesel.

Ukuran teks

GMC Sierra EV Denali berhasil mengungguli Ford F-250 Super Duty yang dilengkapi mesin diesel Power Stroke dalam uji tarik beban 7.000 pon.

Uji coba yang dilakukan pada 26 Juni 2026 oleh Torque News ini mempertemukan dua filosofi berbeda di jalan yang sama dengan beban yang identik.

Hasilnya, Sierra EV Denali keluar sebagai pemenang.

Meski demikian, hasil ini tidak serta merta mengakhiri perdebatan antara pendukung truk listrik dan diesel, namun memberikan data perbandingan yang kredibel.

Detail Uji Tarik

Beban 7.000 pon yang ditarik termasuk dalam kategori tugas berat, bukan trailer ringan yang hanya mengandalkan torsi rendah kendaraan listrik.

Dalam kondisi tarik berkelanjutan, drivetrain listrik Sierra EV Denali memberikan torsi secara instan dan konsisten, tanpa jeda turbo seperti pada mesin diesel.

Manajemen termal, yang selama ini menjadi titik lemah kendaraan listrik dalam beban tinggi, terbukti mampu menjaga performa Sierra sepanjang pengujian.

Sementara itu, Ford F-250 dengan mesin 6.7 liter turbodiesel menghasilkan 500 tenaga kuda dan torsi 1.200 lb-ft, menjadikannya pilihan utama bagi pengguna trailer berat selama bertahun-tahun.

Mengapa Pendukung Diesel Perhatian

Dominasi Power Stroke dalam percakapan penarik beban tidak hanya soal angka puncak.

Keandalan mesin diesel dalam jarak ratusan ribu mil, kemudahan mengisi bahan bakar di mana saja dalam waktu kurang dari sepuluh menit, serta ekosistem suku cadang dan servis yang sudah terbangun selama puluhan tahun menjadi keunggulan yang tidak bisa diabaikan.

Namun, hasil uji Sierra EV Denali menjawab pertanyaan yang selama ini diajukan para skeptis: apakah truk listrik mampu bersaing dalam beban nyata?

Jawabannya, setidaknya dalam uji ini, adalah ya.

Infrastruktur pengisian daya juga terus membaik, dengan lebih dari 250.000 port pengisian umum di AS saat ini.

Meski demikian, penarik beban jarak jauh masih menjadi kekhawatiran karena beban 7.000 pon secara signifikan mengurangi jangkauan EV.

Waktu pengisian yang lebih lama dibandingkan pengisian solar, serta daya tahan baterai dalam penggunaan berat selama bertahun-tahun, masih menjadi pertanyaan terbuka.

Faktor biaya juga perlu dipertimbangkan, karena Sierra EV Denali memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan F-250 diesel dengan perlengkapan setara.

Momen Ambang Batas, Bukan Knockout

Hasil uji ini menunjukkan bahwa truk listrik telah melewati ambang batas kemampuan: mereka kini dapat bersaing dengan perangkat keras diesel terbaik dalam skenario penarik beban yang berarti.

Namun, hal itu berbeda dengan mengatakan bahwa truk listrik siap menggantikan diesel untuk semua kebutuhan.

Seorang peternak yang menarik trailer sejauh 400 mil dari pengisi daya cepat DC terdekat memiliki perhitungan yang berbeda dengan pengemudi akhir pekan yang menarik beban sejauh 150 mil pulang-pergi dan mengisi daya di rumah semalam.

Yang diubah oleh hasil Sierra EV Denali adalah titik awal percakapan.

Selama bertahun-tahun, beban pembuktian sepenuhnya ada pada EV untuk menunjukkan bahwa mereka layak berada dalam kategori yang sama dengan Power Stroke.

Beban itu kini telah bergeser.

Diesel masih memiliki keunggulan nyata dalam jangkauan, kecepatan pengisian bahan bakar, dan data daya tahan jangka panjang, namun kesenjangan performa yang membuat EV mudah diabaikan dalam diskusi penarik beban telah tertutup.

Update Terbaru

Lihat semua