Polisi di Orange County, Florida, mulai menindak pengemudi yang menguasai lajur kiri. Pelanggaran aturan ini bisa berujung tilang, sejalan dengan undang-undang lalu lintas setempat.
Kepolisian Orange County, Florida, kini menindak pengemudi yang menguasai lajur kiri. Mereka menegakkan aturan yang mewajibkan pengemudi untuk pindah ke kanan jika ada kendaraan lebih cepat di belakang.
Aturan ini diatur dalam Florida Statute 316.081.
Pengemudi di jalan dengan dua lajur atau lebih searah tidak boleh terus berada di lajur paling kiri jika mengetahui ada kendaraan lebih cepat yang hendak menyalip.
Ada pengecualian untuk mendahului atau bersiap belok kiri. Pelanggaran aturan ini termasuk pelanggaran bergerak yang bisa dikenai tilang.
Kampanye Penegakan Hukum
Dalam video pendek yang diunggah, kepolisian menekankan bahwa lajur kiri hanya untuk mendahului.
Petugas menghentikan banyak pengemudi yang hanya melaju di lajur kiri dan memberikan tilang kepada beberapa di antaranya.
Langkah ini menyusul penegakan hukum terhadap pengemudi super cepat. Florida bahkan memiliki undang-undang Super Speeder yang berlaku sejak 1 Juli 2025.
Undang-undang tersebut menjadikan ngebut ekstrem sebagai tindak pidana. Pelanggar pertama bisa dihukum hingga 30 hari penjara dan denda 500 dolar AS.
Penindakan terhadap pengemudi lambat di lajur kiri dinilai penting. Perbedaan kecepatan yang besar antara kendaraan dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Riset otoritas jalan raya federal menunjukkan bahwa kecelakaan lebih sering terjadi ketika kecepatan kendaraan menyimpang dari arus lalu lintas, baik lebih cepat maupun lebih lambat.
Pengemudi yang lambat di lajur kiri dapat memicu pengereman mendadak, perubahan lajur yang frustrasi, dan keputusan berbahaya lainnya.
Namun, desain jalan di Florida juga menjadi sorotan. Jalan yang lebar, datar, dan multi-lajur dengan bahu jalan luas sering terasa aman untuk melaju kencang.
Hal ini bisa membuat pengemudi bingung antara batas kecepatan yang tertera dan kondisi jalan yang mendukung kecepatan tinggi.
Akibatnya, penegakan hukum menjadi lebih rumit.
Meski demikian, pengemudi tetap bertanggung jawab atas pilihan mereka. Namun, infrastruktur yang memberi sinyal campuran juga ikut berkontribusi pada masalah ini.
