Pemerintah AS berencana melonggarkan standar efisiensi bahan bakar, berpotensi memangkas biaya produksi mobil baru hingga $930. Namun, penghematan itu belum tentu sampai ke konsumen.
Pemerintah Amerika Serikat berencana melonggarkan aturan efisiensi bahan bakar untuk menekan biaya produksi mobil baru. Namun, apakah penghematan itu akan sampai ke kantong konsumen masih menjadi pertanyaan besar.
Menteri Transportasi Sean Duffy mengumumkan bahwa pemerintah akan segera menetapkan standar Corporate Average Fuel Economy (CAFE) yang lebih rendah.
"Kami ingin Detroit membangun mobil yang ingin dibeli warga Amerika, bukan mobil yang ingin dibangun Demokrat di Washington," ujarnya.
Meski angka final belum dipublikasikan, Reuters melaporkan bahwa para pembuat mobil memperkirakan standar baru akan menargetkan rata-rata armada sekitar 34,5 mpg pada 2031.
Angka ini jauh di bawah target sekitar 50,4 mpg yang ditetapkan era Biden.
NHTSA memperkirakan proposal ini dapat mengurangi biaya produksi kendaraan baru sekitar $930 per unit.
Penghematan ini signifikan di tengah masalah keterjangkauan harga yang menjadi salah satu masalah terbesar industri otomotif.
Penghematan Belum Tentu Sampai ke Konsumen
Namun, biaya produksi yang lebih rendah tidak otomatis berarti harga eceran (MSRP) ikut turun.
Para pembuat mobil bisa meneruskan penghematan itu ke konsumen, menyimpannya sebagai margin tambahan, atau menggunakannya untuk mengembangkan kendaraan yang lebih menguntungkan.
CAFE mengatur rata-rata efisiensi armada pabrikan, bukan harga jual masing-masing mobil. Dengan demikian, tidak ada jaminan konsumen akan merasakan langsung dampak pelonggaran aturan ini.
Meski begitu, ada potensi manfaat tidak langsung.
Standar yang lebih longgar bisa mengurangi tekanan bagi pabrikan untuk mengejar efisiensi ekstrem, sehingga mereka bisa lebih fokus pada kesederhanaan, biaya, dan durabilitas kendaraan.
Namun, perubahan desain dan biaya produksi membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Banyak model yang akan dijual dalam beberapa tahun ke depan sudah dalam tahap pengembangan jauh sebelum aturan baru disahkan.
Selain itu, siklus politik bisa berubah lebih cepat daripada siklus pengembangan produk.
Pemilihan presiden berikutnya pada 2028 bisa membawa perubahan arah kebijakan lagi, mengingat standar baru baru akan berlaku penuh pada 2031.
Sejarah menunjukkan bahwa kebijakan efisiensi bahan bakar sering berayun mengikuti pergantian pemerintahan. Trump sendiri telah melonggarkan standar era Obama pada masa jabatan pertamanya, sebelum Biden memperketatnya kembali.
Dengan siklus politik yang tidak menentu, dampak jangka panjang dari aturan baru ini terhadap industri otomotif masih belum bisa diprediksi.
Yang jelas, konsumen mungkin perlu menunggu lebih lama untuk melihat apakah pelonggaran ini benar-benar membuat harga mobil lebih terjangkau.
