otomotif1.com

NHTSA Selidiki Perangkat Otonom Comma Usai Tiga Kematian

Ilustrasi investigasi NHTSA terhadap perangkat otonom Comma
NHTSA Selidiki Perangkat Otonom Comma Usai Tiga Kematian

NHTSA membuka evaluasi awal terhadap perangkat bantuan mengemudi Comma Four setelah lima kecelakaan yang menewaskan tiga orang dan melukai 14 lainnya.

Ukuran teks

National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) membuka investigasi terhadap perangkat bantuan mengemudi aftermarket yang dijual perusahaan AS, Comma.

Langkah ini diambil setelah lima kecelakaan dilaporkan melibatkan sistem tersebut, dengan total 14 orang terluka dan tiga di antaranya meninggal dunia.

NHTSA menilai sistem Comma Four mungkin tidak mendeteksi atau merespons kendaraan lain dengan benar, terutama yang berhenti atau bergerak lambat.

Evaluasi Awal dan Kronologi Kecelakaan

Office of Defects Investigation (ODI) NHTSA mengumumkan evaluasi awal terhadap produk Comma pekan ini.

Pengumuman itu muncul setelah agensi menerima lima laporan kecelakaan saat perangkat terpasang.

Menurut NHTSA, sistem sedang menyala atau aktif pada saat kelima insiden terjadi.

Dua dari kecelakaan tersebut mengakibatkan tiga kematian, sementara seluruh insiden menyebabkan cedera pada 14 orang.

ODI menyatakan Comma Four mungkin tidak cukup mendeteksi atau merespons kendaraan di dalam kecelakaan itu.

Melalui evaluasi awal, agensi akan menganalisis data dari setiap insiden.

Tujuannya mengevaluasi performa sistem dan pengamanan yang dimaksudkan untuk memastikan operasi aman kendaraan berperangkat Comma.

Comma didirikan pada 2015 oleh George Holz, yang dikenal sebagai orang pertama yang membobol iPhone dan PlayStation 3.

Perusahaan itu awalnya merilis kode teknologi agar perangkat bisa dirakit sendiri, sebelum kini menjual perangkat keras bernama Comma Four.

Sistem ini diklaim mendukung lebih dari 325 model dari 27 merek berbeda.

Di Amerika Serikat saja, perangkat tersebut disebut digunakan oleh lebih dari 30.000 pengemudi.

Update Terbaru

Lihat semua