Lincoln Aviator EX8 versi China resmi terungkap lewat MIIT. SUV lima kursi ini memakai PHEV mesin 1.5 liter Changan dan sensor LiDAR di atap.
Lincoln Aviator EX8 versi China resmi terungkap melalui foto dan spesifikasi inti dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT).
SUV besar lima kursi ini merupakan hasil joint venture Changan-Ford dan mengusung powertrain plug-in hybrid serta sistem bantuan mengemudi berbasis LiDAR.
Model ini dijadwalkan debut di Guangzhou Auto Show 2026, dengan peluncuran pasar direncanakan pada 2027.
Desain dan Dimensi
Aviator EX8 tampil dengan bahasa desain khas Lincoln, termasuk gril radiator besar dan logo menonjol.
Lampu depan berbentuk kotak dan unit lampu belakang tunggal melengkapi tampilan eksterior.
SUV ini mempertahankan gagang pintu konvensional, pilar hitam, dan sensor LiDAR yang dipasang di atap.
Dimensinya tercatat 5.055/1.995/1.790 mm dengan jarak sumbu roda 3.010 mm.
Angka itu membuatnya 25 mm lebih pendek dari Aviator V6 asli yang memiliki tiga baris kursi.
Aviator EX8 hanya tersedia dengan lima kursi dan memakai roda 21 atau 22 inci, yakni 255/50 R21 atau 255/45 R22.
Bobot kosongnya berada di kisaran 2.480 hingga 2.580 kg, tergantung varian.
Powertrain dan Teknologi
Di bawah kap mesin, Aviator EX8 mengandalkan mesin turbo 1.5 liter JL469ZQ1 buatan Changan dengan tenaga 110 kW atau 148 hp.
Mesin ini juga dipakai sejumlah model Changan lain, seperti CS75 Plus, Nevo Q07, Uni-V, Nevo A06, dan CS55 Plus.
Informasi mengenai motor listriknya belum tersedia.
SUV ini memakai baterai LFP dari joint venture Changan-CATL, berbeda dari model Lincoln sebelumnya yang menggunakan baterai buatan BYD.
Kecepatan maksimalnya mencapai 205 km/jam.
Sensor LiDAR di atap kemungkinan mendukung sistem bantuan mengemudi L2 dengan fitur Navigate On Autopilot (NOA).
Fitur itu memungkinkan mobil berkendara dari satu alamat ke alamat lain secara mandiri di China, meski pengemudi tetap harus memantau prosesnya.
Aviator EX8 dikenal dengan kode internal CX810 dan diproduksi oleh joint venture Changan-Ford yang berbasis di Chongqing.
Model ini diposisikan sebagai alternatif yang lebih kompetitif dibanding Aviator asli bermesin V6 di pasar China.
Sebelumnya, SUV ini pernah terlihat dalam uji jalan di China dengan kamuflase tebal.
