Eksplorasi ini yang menempuh rute jalur Tengah dan Selatan dari Jakarta menuju Banyuwangi dan kembali ke Jakarta dengan jarak total sejauh lebih dari 2.400 KM, dan terbagi 10 Etape perjalanan.
Perjalanan eksplorasi dimulai dengan etape pertama dari Jakarta menuju Cilacap. Selama perjalanan menuju Simpang Nagreg, ruas jalan ini pertama kali dibangun pada tahun 1808, dan jalan ini banyak dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan perjalanan jauh. Sebelum adanya Tol Trans-Jawa, ruas jalan ini sudah menjadi legendaris karena menjadi simpul kemacetan saat musim mudik lebaran.

Daihatsu Xenia dan Terios dengan latar pemandangan Laut Selatan Jawa|sny/otomotif1.com|Wibz/oto1
Rute perjalanan yang dilewati cukup menantang, karena cukup berkelok-kelok. Ditambah, kondisi lalu lintas juga banyak dilalui truk besar. Meski demikian, Xenia dibekali dengan mesin 2NR-VE berkapasitas 1.500 cc yang diisi dengan lima penumpang, termasuk dengan beberapa barang bawaan ini mampu melewati rute tersebut dengan aman dan nyaman.
Memasuki etape kedua, tim eksplorasi melanjutkan perjalanan dari Cilacap menuju menuju ke Konservasi Penyu Kali Ratu di Jogosimo, Kabupaten Kebumen melewati Jalur Pantai Selatan yang legendaris di Indonesia, yaitu Jalan Daendels yang juga merupakan salah satu rute mudik lebaran yang menyimpan banyak sejarah. Sepanjang perjalanan, tim eksplorasi lebih banyak menemui jalan lurus yang panjang. Jalur ini juga dikenal rute pengiriman upeti bagi berbagai kerajaan di Pulau Jawa dan dibangun pada 1838.

Sarkawi Camping Ground & Lava, di kaki Gunung Semeru Kabupaten Lumajang, Jawa Timur|sny/otomotif1.com|Wibz/oto1
Setibanya di konservasi penyu binaan PT Astra Daihatsu Motor (ADM), tim eksplorasi bersama perwakilan dari Astra Daihatsu Jogja – Magelang dan komunitas dari Daihatsu Xenia Indonesia Club (DXIC) di Kebumen melakukan aktivitas CSR untuk menanam cemara laut.
